SV UGM Adakan Closing Ceremony sekaligus Visitasi JICA

Rabu (13/04/17), Badan kerja sama internasional Jepang yaitu Japan International Cooperation Agency (JICA) melalui Program Japan Overseas Cooperation Volunteers (JOCV) memberi dukungan  bagi warganegara Jepang yang ingin berkontribusi dalam pengembangan sosial dan ekonomi masyarakat. Melalui kerjasama ini, relawan yang terlibat tidak hanya berkontribusi pada pembangunan di negara mitra tapi juga mendapatkan pengalaman berharga terkait persahabatan internasional dan wawasan internasional. Dikesempatan ini UGM khususnya SV menjadi salah satu fakultas yang mendapatkan bantuan expert dalam bidang pendidikan bahasa Jepang.

Sejak tahun 2015, salah satu relawan JOCV Yoshida Yoko sensei membantu proses belajar mengajar di Program Studi Diploma Bahasa Jepang. Beberapa prestasi mahasiswa berhasil diraih atas bimbingannya, seperti lomba pidato bahasa jepang dan program exchange ke Jepang untuk mahasiswa program studi Diploma Bahasa Jepang.

Ditemui di Ruang SV 138 saat acara closing ceremony program JOCV, Yoshida sensei mengaku sangat bahagia bisa berbagi ilmu dan menjadi bagian dari SV UGM selama satu tahun lebih. “Banyak kenangan yang berharga dan tak terlupakan selama di Indonesia,”  ungkapnya.

“Selain bahasa, kami memiliki expert di bidang administrasi, pekerjaan umum, pertanian, kehutanan, perikanan, energi, pertambangan, pariwisata, kesehatan dan olahraga jika dikemudian hari kita menjalin kerjasama lagi,” jelasnya.

Hadir dalam acara closing ceremony program JOCV Mrs. Imai Yuki selaku perwakilan JICA.  Acara ini sekaligus dimanfaatkan Mrs. Imai Yuki untuk berkunjung ke SV UGM mengevaluasi program yang sudah berjalan selama ini dan merencanakan program kerjasama selanjutnya yang memungkinkan untuk dilakukan kedua belah pihak (SV UGM dan JOCV).

“Kami sangat bersyukur bisa bekerjasama dengan SV UGM, dan untuk selanjutnya kami berharap bisa melakukan kerjasama lagi tidak hanya di prodi Bahasa Jepang namun di prodi lainnya, karena kami memiliki relawan expert  dibanyak klasifikasi bidang,” harapnya.

SV UGM Resmikan Laboratorium TEVocS : Tes Bahasa Inggris untuk Mahasiswa Vokasi

Jumat (7/4), Sekolah Vokasi UGM meresmikan Laboratorium Test English for Vocational Students (TEVocS), yang merupakan sebuah tes untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa Vokasi UGM. TEVocS yang berdurasi selama 45 menit, terdiri atas listening dan reading merupakan rancangan dari prodi D3 Bahasa Inggris SV UGM bekerja sama dengan BNI untuk menyediakan 20 unit komputer senilai Rp. 150.000.000,00.

Peresmian Lab TEVocS ditandai dengan pemotongan pita oleh Wikan Sakarinto, selaku Dekan SV UGM dan disaksikan oleh para Wakil Dekan, Dosen Prodi Bahasa Inggris dan Pimpinan BNI Cabang UGM. Menurut Wikan, keberadaan laboratorium bahasa, khususnya untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris, merupakan keharusan di tengah arus globalisasi karena tanpa penguasaan bahasa Inggris maka lulusan Sekolah Vokasi UGM hanya akan menjadi pekerja.

“Saya kira ini keharusan dan menjadi salah satu syarat kelulusan SV UGM. Dengan menguasai bahasa, terutama bahasa Inggris, para lulusan tidak sekadar bekerja namun bisa menjadi pemimpin karena ini jembatan dalam berkomunikasi,” katanya.

Lab TEVocS sendiri akan dikelola oleh Tim dari Vocational Development Center (VDC) SV UGM, dimana seluruh mahasiwa SV UGM berkesempatan mengikuti TEVocS gratis untuk tes pertama, sedangkan jika ingin mengulangi tes kembali setiap mahasiswa dikenakan biaya sebesar Rp. 125.000.00.

Ir. Hotma Prawoto Sulistyadi, M.T., IP.MD., selaku Manajer VDC menyampaikan bahwa keinginan SV UGM memiliki laboratorium tes bahasa Inggris sudah lama. Keberadaan Laboratorium TEVocS ini diharapkan bisa memfasilitasi para mahasiswa SV UGM untuk mengukur tingkat kemampuan berbahasa Inggris.

“Untuk sementara tes TEVocS ini hanya diperuntukkan untuk mahasiswa SV UGM, namun tidak menutup kemungkinan, di masa mendatang TEVocS ini juga dapat terbuka untuk umum” pungkasnya.

SV UGM Prakarsai Pelatihan; “Kepala Kapal Mesin” (KKM) di Rembang Jawa Tengah

Senin (10/04/17), Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, disamping dharma pendidikan dan pengajaran serta dharma penelitian. Sekolah Vokasi UGM sebagai program ilmu terapan dengan bidang ilmu dan keahlian yang beragam dituntut untuk senantiasa dapat turut serta memikirkan dan membantu meningkatkan taraf kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

Bertempat di Gedung KUD, Desa Krangharjo, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang hari Kamis, 6 April 2017 Sekolah Vokasi (SV) UGM bekerjasama dengan PIP (Politeknik Ilmu Pelayaran ) Semarang, HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Rembang, dan UPP (Unit Pelabuhan Pantai) Rembang berhasil menyelenggarakan Pelatihan Bagi Kepala Kamar Mesin Untuk Kapal Motor Nelayan DWT <30 GT sebagai bentuk pengabdian masyarakat SV UGM.

Hadir sebagai perwakilan dari SV UGM Harjono, S.T., M.T., Lava Himawan, S.T., M.T., dan Apris Wijantoro memberikan penyuluhan mengenai pelatihan mesin diesel, perawatan mesin diesel dan kelistrikan kapal.

Dimulai pukul 08.30 WIB dan dihadiri oleh 130 anggota HNSI Rembang acara terus berlanjut dengan materi Keselamatan Kerja yang disampaikan oleh Adi Oktavianto, S.T., M.M., Pengoprasian Mesin Diesel Kapal oleh Amad Narto, M/Pd, M.Mar.E dan Pompa Bahan Bakar oleh Kundori,S.ST. Usai istirahat dan makan siang acara dilanjutkan oleh perwakilan PIP Marine Inspector Prihatno, SH, dan Ahli Ukur Kapal Aris Widodo, S.H.

Ditemui di ruang Humas Lava menyatakan bahwa pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan pelatihan kepada para calon Kepala Kamar Mesin (KKM).

“Yang ikut pelatihan ini mempermudah mereka untuk mendapat sertifikat Syarat Kecakapan Khusus (SKK) sebagai KKM, yang dulunya mereka harus jauh-jauh ke Batang atau Sulawesi untuk dapat sertifikat;” ungkapnya.

Mengingat pentingnya fungsi KKM sebagai penanggung  jawab atas efisiensi dan disiplin kerja pada bagian mesin maka bentuk pengabdian ini dirasa sangat manfaat terlebih diselenggarakan di Rembang Jawa Tengah yang terkenal dengan kawasan pelabuhannya.

SV UGM – PT TELKOMSEL Bersinergi, Ciptakan SDM Handal dan Berkualitas Tinggi

Rabu (5/4), Sekolah Vokasi UGM menggandeng operator seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel untuk menjalin kerja sama bidang pendidikan yaitu bersinergi dalam berbagai program kreatif pendidikan Sekolah Vokasi. Bertempat di Ruang Sidang Gedung Iso Reksohadiprodjo SV UGM, Dekan SV UGM, Wikan Sakarinto, S.T.,M.Sc.,Ph.D., bersama dengan GM Sales Jateng-DIY PT Telkomsel, Djony Heru Suprijatno, menandatangani dokumen kerja sama MoU yang disaksikan oleh Wakil Dekan dan Ketua Departemen serta lebih dari 60 Mahasiswa SV UGM.

Terkait kerja sama yang baru dijalin ini, Wikan berharap agar dalam waktu dekat MoU yang sudah ditandatangani dapat diwujudkan dalam program-program yang bermanfaat bagi mahasiswa Sekolah Vokasi.

“Sekolah Vokasi tidak pernah berhenti berinovasi. Inovate or Die,”ungkap Wikan saat memberikan sambutan.

Kerja sama yang dijalin keduanya antara lain meliputi program magang mahasiswa vokasi lewat Telkomsel Fun Internship Program dengan kuota sebanyak 400 mahasiswa, memberikan wadah bagi mahasiswa untuk mengikuti program We Challenge Youth Project, serta memberikan dukungan aplikasi khusus smartphone untuk mengaplikasikan mata kuliah kewirausahaan dalam rangka mengembangkan ide dan inovasi mahasiswa.  Harapannya melalui kerja sama ini akan membuka jalan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan mereka serta membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memiliki jenjang karier yang baik.

“Keinginan kami adalah agar anak muda Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tapi bisa menjadi produsen. Saya harap kerja sama ini bisa menjadi bagiannya, kami akan coba kembangkan dan fasilitasi tentang pengembangan SDM yang ada di vokasi,” ujar Djoni.

Selain itu, Djoni juga memberikan berbagai saran bagi mahasiswa agar sukses melewati proses rekrutmen. Sebagai salah satu orang yang kerap berinteraksi dengan pelamar kerja, ia menyebutkan bahwa kemampuan bahasa inggris dan berbagai soft skill lainnya merupakan nilai penting yang perlu diperhatikan di samping kemampuan akademik.

“Pada intinya, Telkomsel siap bahu membahu dengan SV UGM untuk Indonesia yang lebih baik lagi,” pungkasnya.

Lakukan Inovasi Akademik, Departemen TEDI SV UGM Hadirkan Profesor dari Jerman

Sekolah Vokasi (SV) UGM kembali mendatangkan Senior Professor (tenaga ahli senior) dari Jerman yang merupakan wujud dari kerja sama yang tejalin antara SV dengan instansi Senior Experten Service (SES) Jerman. Sesuai dengan target SV yaitu mendatangkan 20 Professor ahli pada tahun 2017, Prof. Wolfarm Stanek dihadirkan untuk membagikan ilmunya sebagai seorang professional di bidang mekatronika khususnya di Departemen Teknik Elektro dan Informatika (TEDI).

Selama 4 minggu terhitung sejak 25 Maret hingga 23 April 2017, Prof Stanek diharapkan dapat membawa dampak positif, sesuai dengan program kegiatannya yaitu melakukan improvement kurikulum, menggelar workshop, serta kuliah umum bagi Dosen dan Mahasiswa di Departemen TEDI.

Sebelumnya pada tahun 2016 silam, Prof Stanek telah didatangkan ke SV UGM untuk memberikan sentuhan inovasi bidang akademik di Departemen Teknik Mesin SV. Hadir kedua kalinya di SV, Prof Stanek mengaku sangat tertarik untuk mengembangkan metode dual system pendidikan khususnya di SV UGM.

Harapannya, melalui kerja sama SV UGM dengan SES Jerman yang telah terjalin sejak 2015 silam dapat memperkuat pendidikan vokasi di UGM, sebagai rujukan nasional di dalam pengembangan pendidikan tinggi vokasi di Indonesia, serta mampu menciptakan lulusan yang unggul, berkompeten dan memiliki daya saing tinggi.

Siapkan Calon Pemimpin Masa Depan, SV UGM Gelar Workshop Kepemimpinan bagi Dosen Muda

Jumat (31/3), Sekolah Vokasi UGM menggelar acara Workshop Kepemimpinan dan Peningkatan Kapasitas Dosen Muda yang merupakan salah satu program kerja Plt. Wakil Dekan Bidang Keuangan SDM, Aset, dan Keuangan SV UGM. Dihadiri lebih dari 50 orang dosen muda SV UGM, acara ini bertujuan untuk mempersiapkan calon pemimpin SV UGM di masa mendatang serta memberi usulan tentang rencana pengembangan SV UGM hingga tahun 2037.

Dekan SV UGM, Wikan Sakarinto, M.Sc.,Ph.D., mengungkapkan bahwa SV UGM terus melakukan inovasi untuk menciptakan lulusan yang unggul dan berkualitas. Salah satunya dengan cara meningkatkan kompetensi tenaga pendidik atau dosen, dimana dosen harus memiliki sertifikasi kompetensi serta, pengalaman magang dan melanjutkan study S3 di Luar Negeri.

“kuncinya adalah inovasi, semua kurikulum di SV UGM wajib ada softskill nya” tutur Wikan.

Menghadirkan Drs. Tarsisius Hani Handoko, MBA., Ph.D., sebagai narasumber utama untuk menyampaikan materi leadership, acara cukup sukses membakar semangat para peserta sekaligus dapat memotivasi para dosen muda untuk terus mengembangkan diri serta tidak hanya mampu mengajar, tapi juga menginspirasi.

“Menjadi Dosen bukan hanya sekedar pekerjaan, tapi sebuah panggilan,” ungkapnya.

Hani Handoko juga menyampaikan bahwa seorang dosen harus memiliki motivasi kerja dengan head, hand, dan heart. Menurutnya, setiap dosen harus memberikan kontribusi tinggi dalam menjalankan misi dan mencapai visi serta tujuan organisasi dengan memiliki kompetensi dan komitmen untuk mencapainya.

Di akhir acara dilakukan sesi FGD, dimana para dosen membentuk sebuah kelompok yang terdiri 4 anggota dari Departemen yang berbeda-beda kemudian setiap kelompok diminta untuk membuat quickwin SV UGM dari tahun 2017 hingga 2037. Harapannya melalui kegiatan tersebut, para dosen muda memiliki impian atau capaian untuk berinovasi serta mampu mempersiapkan dan menjawab tantangan SV UGM di masa mendatang.

SV UGM Loloskan 10 Proposal Hibah Inovasi Kreatif 2017 bagi Tenaga Kependidikan

Sekolah Vokasi UGM mengumumkan 10 daftar proposal yang lolos mendapatkan hibah inovasi kreatif bagi tenaga kependidikan SV UGM tahun 2017. Sebelumnya, tenaga kependidikan dari tiap Departemen dan KPTU SV UGM beranggotakan 2 hingga 3 orang mengumpulkan proposal yang kemudian di review oleh tim dosen yang telah ditunjuk sebagai reviewer, kemudian dipresentasikan dihadapan para reviewer.

“Setidaknya telah terkumpul 16 proposal dari 8 Departemen dan KPTU SV UGM, dan hanya 10 proposal terpilih yang lolos untuk didanai,” ungkap Faiz Zamzami selaku Plt. Wakil Dekan Bidang SDM, Aset, dan Keuangan SV UGM.

Faiz juga menyampaikan bahwa proposal yang belum terpilih masih bisa diajukan kembali dalam hibah tenaga kependidikan berprestasi di tingkat Universitas atau periode mendatang.

Kamis (30/3), tenaga kependidikan yang proposalnya dinyatakan lolos hibah inovasi kreatif melakukan penandatanganan kontrak dengan Dekan dan disaksikan oleh Plt. Wakil Dekan Bidang SDM, Aset, dan Keuangan SV UGM.

“Saya sangat mengapresiasi tendik yang sudah mengikuti program hibah inovasi ini, tentu dengan tujuan mulia ingin membahagiakan dan mempermudah kerja orang lain,”tutur Wikan.   

Wikan juga menyampaikan bahwa proposal yang terpilih diharapkan dapat diimplementasikan sebagai upaya peningkatan pelayanan prima bidang akademik, kemahasiswaan, dan SDM di lingkungan SV UGM, dan tidak menutup kemungkinan untuk dikembangkan dan dapat diterapkan di lingkup UGM.

“Orang yang tidak mau berinovasi berarti tidak siap dengan perkembangan”, pungkasnya.

Daftar proposal hibah inovasi kreatif tenaga kependidikan SV UGM 2017 dapat diunduh pada pranala berikut : terlampir

Perkuat Kompetensi, Mahasiswa Diploma Kesehatan Hewan SV UGM Kunjungi Balai Karantina Semarang

Program Studi Diploma Kesehatan Hewan (DKH) Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV) Sekolah Vokasi (SV) UGM melakukan kunjungan ke Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang (16/03/2017). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai salah satu rangkaian acara praktikum mata kuliah wajib Kekarantinaan.

Diikuti oleh 84 praktikan dari mahasiswa angkatan 2015 yang juga didampingi oleh dosen dan laboran prodi DKH, kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang, Ir. Heru Wahyupraja, M.Sc., beserta dengan jajaran pegawai balai. Heru Wahyupraja memaparkan tentang tugas dan fungsi Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang sebagai salah satu Unit Pelayanan Teknis (UPT) Badan Karantina Pertanian yang melaksanakan tugasnya di Jawa Tengah.

“Nama Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang merupakan nama baru pasca integrasi antara BKH Kelas I Tanjung Emas dengan BKT Kelas I Tanjung Emas,” jelasnya.

Selain Heru, medik veteriner Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang juga turut menyampaikan materi tentang dokumen kekarantinaan, prosedur karantina, hama, dan penyakit hewan karantina (HPHK) dan media pembawa HPHK, serta instalasi karantina hewan.

Mahasiswa tampak semangat dan antusias menerima materi yang disampaikan, terlihat dari adanya diskusi interaktif antara mahasiswa dengan pemateri untuk mengetahui lebih jauh tentang peran dan fungsi balai karantina dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di bidang karantina hewan dan tumbuhan.

Selain mengunjungi Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang, mahasiswa DKH berkesempatan untuk melakukan kunjungan lapangan di pelabuhan bagian pemeriksaan barang masuk dari luar negeri Semarang. Harapannya dengan adanya praktikum lapangan tersebut Mahasiswa dapat melihat dan mengenal langsung kondisi dunia kerja serta dapat memberikan pengalaman dan menambah wawasan.

Program Studi D4 Pembangunan Ekonomi Kewilayahan (PEK) SV UGM Siap dibuka pada PMB 2017/2018

Departemen Ekonomika dan Bisnis (DEB) Sekolah Vokasi (SV) UGM resmi membuka Program Studi D4 Pembangunan Ekonomi Kewilayahan (PEK) pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) SV UGM tahun akademik 2017/2018. Pendirian program studi tersebut dilatarbelakangi adanya dinamika perencanaan pembangunan di Indonesia pada masa mendatang. Perencanaan Ekonomi Kewilayahan fokus pada wilayah untuk mendukung pembangunan sektoral, sebagai salah satu kontribusi nyata UGM terhadap negara dalam hal pengurangan kemiskinan, kesenjangan, dan pembangunan berkualitas.

Senin (27/3), bertempat di Hall Room Univercity Club UGM, Prof. Suratman selaku Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, berkesempatan hadir dan membuka acara Penandatanganan MoU serta Seminar yang diselenggarakan oleh DEB SV UGM. Bertemakan “Prospek dan Tantangan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Wilayah”, acara dihadiri oleh lebih dari 150 tamu undangan dari Kemendagri, Kemenpan, Bappenas (Pusbindiklatren), Kementristek DIKTI, Dirjen Dirmawa, Gubernur DIY, Walikota, Pemerintah Daerah, Bupati, Kepala Dinas, Asosiasi-asosiasi Pembangunan Wilayah Ekonomi dan perwakilan sekolah di DIY.

Acara diawali dengan penandatanganan MoU dan perjanjian kerjasama antara Dekan SV UGM dengan Bappenas (Ketua Pusat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan Perencanaan/Pusbindiklatren), serta SV UGM dengan Ketua Asosiasi Perencana Pemerintah Indonesia (AP2I). Dihadapan seluruh peserta, Prof Suratman menyampaikan sambutan hangat atas inisiasi kerja sama tersebut, harapannya dengan pendirian D4 PEK dapat menjadi solusi atas permasalahan kesenjangan wilayah di Indonesia.

“Kepada Bapak/Ibu Kepala Sekolah, ini adalah kabar gembira bagi kita semua, dimana peran lulusan D4 PEK cukup strategis di Indonesia saat ini,” ungkap Prof Ratman.

Sementara itu, Wikan Sakarinto, M.Sc., Ph.D., selaku Dekan SV menyampaikan bahwa SV UGM tidak berhenti untuk terus berinovasi. Salah satunya adalah dengan pendirian prodi D4 PEK yang merupakan satu-satunya dan pertama kali didirikan di Indonesia.

“Kurikulum, magang dan sertivikasi kami rancang harus link and match,” pungkasnya.

Hadir sebagai narasumber Seminar, Drs. Sumedi Andoyo Mulyo, M.A.,Ph.D., selaku Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi, dan Pedesaaan dari Bapenas, serta Drs. Bob Ronald F. Sagala., M.Si., selaku Kasubdit Perencanaan dan Evaluasi Wilayah II Direktorat PEIPD.  Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang dipandu oleh Laksmi Yustika Devi, M.Si.,Ph.D., sebagai moderator.

BEM KM SV dan DPM KM SV periode 2017-2018 Dikukuhkan

Senin (29/03/17), Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Sekolah Vokasi (BEM KM SV) UGM merupakan suatu organisasi Mahasiswa Intra kampus pada tingkat fakultas, seperti halnya lembaga eksekutif negara, yang berfungsi sebagai penyelenggara pemerintah dalam sebuah negara hanya saja jika BEM KM SV dalam lingkup lebih kecil yang memiliki wewenang dalam menjalankan suatu pemerintahan yang ada di dalam kampus.

Demikian juga dengan Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Sekolah Vokasi (DPM KM SV) UGM merupakan organisasi internal kampus yang mempunyai kekuasaan tertinggi dalam menentukan keputusan di tingkat organisasi mahasiswa tingkat fakultas, melalui DPM dapat melahirkan aturan-aturan organisasi yang menjadi acuan berorganisasi bagi mahasiswa SV serta melalui pengawasan DPM pula dapat memunculkan organisasi yang produktif dalam melaksanakan kegiatan organisasinya.

Bertempat di Ruang Sidang Lantai 2 Gd. Herman Yohannes SV UGM diadakan Sumpah Terima Jabatan dan Launching BEM dan DPM periode 2017-2018. Acara dimulai pada pukul 14.00 WIB dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada. Acara dihadiri oleh Dekan SV UGM Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Agus Nugroho, S.T., M.T. Ph.D., dan Fitri Damayanti Berutu, SE., SS., M.Sc., selaku Asisten Wakil Dekan Bidang Akademik Kemahasiswaan SV.

Dalam sambutannya Dekan SV mengatakan bahwa pengurus BEM dan DPM terpilih merupakan mahasiswa pilihan sebagai respresentatif yang harus memberi contoh berbagai tindakan yang positif kepada mahasiswa lainnya baik yang berprestasi, beraktivitas, berperilaku, dan yang lainnya.

“Untuk menjadi mahasiswa sukses, IPK saja tidak cukup harus diimbangi dengan soft skill,” pungkasnya. 

Menambahkan apa yang disampaikan Dekan SV, Wakil Dekan Kemahasiswaan SV menjelaskan bahwa para pengurus harus mampu memimpin dan menjalankan programnya dengan baik dan menciptakan lingkungan kampus yang kondusif. Oleh sebab itu, maka mahasiswa diharapkan memberikan kontribusi yang positif bagi lingkungan kampus maupun masyarakat di luar kampus yang memiliki kedisiplinan yang kuat, etika dan moral yang baik, penuh kreativitas dan inovatif, memiliki wawasan kebangsaan yang luas serta jiwa kepemimpinan luas yang mampu mensinergikan knowledge, skill, dan attitude dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Tahun ini menjadi tahun transisi untuk mengubah lembaga kemahasiswaan dari konsep yang terdahulu menjadi konsep baru, maka dari itu jadilah sejarah,” ungkapnya.

Menurut Agus mahasiswa harus memiliki kunci dan syarat. IPK dan ilmu sebagai syarat, dan soft skill sebagai kunci untuk menjadi mahasiswa sukses.

Disaksikan oleh perwakilan organisasi-organisasi di tingkat SV dan juga anggota BEM dan DPM yang baru, acara dilanjutkan dengan sumpah terima jabatan ketua BEM dan DPM terpilih.

Dalam sambutnya Firman ketua BEM terpilih  yang baru saja dikukuhkan menyampaikan bahwa sudah seharusnya, “ kita menjadi mitra yang strategis untuk menjadi mitra menjalin sinergi antara Petinggi Mahasiswa SV dan mahasiswa.”