Workshop Strategi untuk Mencapai Profesor di Usia Muda

Yogyakarta (23/09) – Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada telah mengadakan workshop melalui media daring dengan mengusung tema Strategi Mencapai Profesor Pada Usia Muda di Sekolah Vokasi UGM. Acara workshop kali ini di moderatori oleh Irfan Bahiuddin, S.T., M.Phil., Ph.D. dengan dihadiri oleh Prof. Dr. drh. Ida Tjahajati, M.P. dan Prof. Dr. Ir. Deendarlianto, S.T., M.Eng. sebagai narasumber. Pada workshop kali ini para narasumber akan memberikan strategi bagaimana cara mencapai profesor pada usia muda di Sekolah Vokasi, kemudian bercerita tentang pengalaman mereka, kiat sukses dan motivasi. 

Dahulu sering kali ketika mendengar kata Profesor maka yang akan melintas di benak kita adalah orang yang sudah terlihat sepuh, berkacamata tebal, dengan wajah yang mengernitkan dahi. Tapi itu dulu, sekarang tak sedikit yang mampu meraih gelar profesor atau guru besar di usia muda. Terlebih lagi Ibu Nuryati selaku PLTDK sekolah menyampaikan bahwa pada Sekolah SV UGM terdapat 286 dosen dan 80% nya merupakan dosen muda.

Prof. Dr. drh. Ida Tjahajati, M.P.  menyampaikan bahwa sangat memungkinkan untuk mencapai jabatan profesor di usia muda di Sekolah Vokasi karena memiliki peluang yang sangat tinggi, karena profesor merupakan tuntutan dari institusi (SV dan UGM) misal untuk kebutuhan akreditasi, dll. Terlebih akan mendapatkan dukungan penuh dari SV dan UGM untuk mencapai gelar profesor dan tentunya akan menambah citra diri yang positif sehingga semua pihak akan mendukung. Strategi yang diberikan oleh Prof. Dr. drh. Ida Tjahajati, M.P. untuk mencapai profesor muda yaitu untuk segera mengajukan kenaikan pangkat fungsional Asisten Ahli, lalu segera naik ke Lektor, setelah Asisten Ahli atau Lektor segera sekolah S3, kemudian bekal ijazah S3 dapat dipakai untuk naik ke Lektor Kepala dan Guru Besar. Menurut beliau, kelebihan jabatan profesor dapat menduduki jabatan tertentu, karir pribadi yang cemerlang, akan menjadi kebanggan institusi, berpeluang mendapatkan berbagai hibah, dan kesempatan untuk mobilitas lebih tinggi, dan masih banyak lagi. 

Sama halnya dengan  Prof. Dr. Ir. Deendarlianto, S.T., M.Eng. beliau menyampaikan bahwa Profesor adalah jabatan akademik yang tertinggi yang disandang oleh seorang dosen di perguruan tinggi. Menjadi Profesor adalah sangat mungkin untuk diraih tidak hanya dosen tertentu namun oleh setiap dosen. “Di Jerman ada 4 hal yang perlu didorong dari seorang profesor yaitu, mempunyai riset level yang bagus, tetap memperhatikan praktek-praktek akademik dan etika yang tinggi, tetap melakukan innovative teaching, dan berpikir interdisiplin yang licin, jadi tidak lagi berpikir tentang diri kita sendiri dan juga di sekolah vokasi banyak S3 yang merupakan lulusan dari luar tetap jangan lupa untuk menjalin hubungan yang baik dengan teman-teman kita dan pembimbing kita terdahulu”, tuturnya. 

Menurut beliau, untuk menuju professorship ada hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu menentukan profil profesor seperti apa yang akan dibangun, perlu juga perencanaan karir baik tahap kenaikan pangkat dan pola keilmuan yang akan dibangun, dan dosen vokasi perlu memiliki profil keilmuan tersendiri (applied science), fokus, serta memungkinkan untuk multidisiplin, dan aktif berkompetensi dalam competitive grants

Kedua narasumber  Prof. Dr. drh. Ida Tjahajati, M.P. dan Prof. Dr. Ir. Deendarlianto, S.T., M.Eng. juga menyampaikan hal yang paling penting agar cepat tercapai menjadi profesor muda adalah untuk terus semangat dan jangan pernah menyerah, terus gigih dalam menghadapi tes dan tantangan yang ada danselalu berdoa. 

Penulis: Eilien Dwi K

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*