Yogyakarta, 23 September 2025 – Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menutup rangkaian INOVOKASIA 2025 dengan penyelenggaraan Dialog Publik bertema “Pemanfaatan Saintek untuk Vokasi Kreatif dan Berkelanjutan” di Ballroom Teaching Industry Learning Center (TILC) UGM.

Agenda INOVOKASIA 2025 berhasil menarik lebih dari 2.700 pengunjung dalam dua hari penyelenggaraan, yang menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap inovasi vokasi, riset terapan, serta produk kreatif yang dipamerkan melalui Pameran Inovasi Vokasi, workshop, dan bursa lowongan kerja SV UGM Career Days #5.
Turut hadir dalam Dialog Publik, Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Ni Made Dwi Panti Indrayanti, S.T., M.T., Direktur Diseminasi Riset dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Kemendiksti Ristek, Prof. Dr. Eng. Yudi Darma, M.Si., serta Founder & Director Eboni Watch, Afidha Fajar Adhitya, dengan moderator Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat SV UGM, Dr. Wiryanta, S.T., M.T.

Dalam sambutannya, Dekan SV UGM, Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra industri, pemerintah, akademisi, dan tamu undangan atas dukungan mereka terhadap keberlangsungan acara ini.
Ia menegaskan bahwa INOVOKASIA menjadi momentum penting dalam mempertemukan mahasiswa dengan dunia kerja secara langsung.
“Career Days yang kami selenggarakan dua kali setiap tahun bukan sekadar forum magang atau rekrutmen, tetapi jembatan nyata antara mahasiswa dengan industri. Data kami menunjukkan, lulusan SV UGM rata-rata hanya membutuhkan 3,5 bulan untuk terserap di dunia kerja, dan sekitar 30 persen sudah mendapatkan gaji di atas UMR,” ungkap Prof. Agus.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa perubahan jenjang dari D3 ke D4 telah meningkatkan kualitas lulusan secara signifikan.
“Dengan dukungan lebih dari 70 perusahaan mitra industri yang rutin hadir dalam industry gathering, kami yakin lulusan SV UGM akan semakin relevan dengan kebutuhan industri masa depan,” tambahnya.

Prof. Dr. Eng. Yudi Darma, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa antusiasme ribuan peserta mencerminkan optimisme publik terhadap pendidikan vokasi.
“Yogyakarta memiliki tingkat partisipasi pendidikan dan literasi yang tinggi. INOVOKASIA 2025 membuktikan bahwa vokasi kini menjadi harapan baru masyarakat. Kampus dan lembaga penelitian adalah produsen utama sains dan teknologi. Karena itu, penting memastikan hasil riset dapat diketahui, diakses, dan dimanfaatkan masyarakat luas,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, S.T., M.T., dalam opening remarks menekankan pentingnya vokasi yang reflektif dan responsif terhadap isu keberlanjutan.
“Vokasi tidak boleh berhenti pada penyediaan tenaga kerja. Ia harus hadir sebagai solusi nyata yang berpihak pada keberlanjutan dan memberi akses luas, termasuk bagi masyarakat yang kurang mampu,” ujarnya.
Rangkaian INOVOKASIA 2025 — mulai dari Career Days, Pameran Inovasi Vokasi, GIK Lokakarya Spesial, hingga Dialog Publik — menjadi refleksi komitmen SV UGM dalam membangun ekosistem inovasi yang kolaboratif dan berkelanjutan.
Penutupan acara ditegaskan kembali oleh Prof. Agus Maryono yang berharap karya sivitas akademika tidak hanya berhenti pada riset, tetapi benar-benar hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat, industri, dan bangsa.