Kulon Progo, 27 Januari 2026 — Direktorat Sumber Daya Manusia Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Latihan Dasar (Latsar) Dosen Tahun 2026 dengan agenda Pengenalan Inkubasi Riset di Field Research Center (FRC) UGM, Kulon Progo. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas dosen baru dalam memahami ekosistem riset terapan,hilirisasi hasil penelitian, serta penguatan jejaring kolaborasi sebagai bagian bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi. Program ini menjadi salah satu strategi UGM dalam mendorong riset berdampak dan selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Kegiatan dibuka dengan paparan dari Prof. Ir. Sang Kompiang Wirawan, S.T., M.T., Ph.D., yang menekankan pentingnya pengembangan jejaring dan kolaborasi dalam hilirisasi hasil penelitian. Menurutnya, riset tidak dapat berjalan secara mandiri tanpa dukungan berbagai pihak. “Kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari fakultas lain, industri, pemerintah, hingga komunitas, sangat penting agar inovasi yang dihasilkan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Prof. Sang Kompiang. Beliau menambahkan bahwa jejaring dan kemitraan strategis menjadi kunci percepatan hilirisasi penelitian agar dapat diimplementasikan sebagai produk maupun solusi nyata.

Selanjutnya, Dr. Wiryanta, ST., MT. dari Sekolah Vokasi UGM memperkenalkan konsep inkubasi riset di FRC. Ia menjelaskan bahwa riset di FRC dirancang untuk melampaui tahap laboratorium. “Hasil penelitian dikembangkan menjadi prototipe, diuji, divalidasi, dan diproduksi dalam skala terbatas sebelum siap dipasarkan. Proses ini mendorong lahirnya inovasi yang aplikatif sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi dosen,” jelasnya.
Setelah sesi pemaparan, peserta Latsar melakukan kunjungan ke Center of Excellence (CoE) di FRC SV UGM. Peserta menyaksikan proses pembuatan prototipe di Fabrication Lab, pengolahan produk susu di Dairy Center, pengolahan kakao dan coklat di Cocoa Center, serta praktik pertanian modern di Greenhouse. Kunjungan ini memberi pengalaman langsung tentang hilirisasi riset menjadi produk siap pakai, sekaligus berkontribusi pada pencapaian SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 8, dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Sesi terakhir diisi oleh Prof. Suadi, S.Pi., M.Agr.Sc., Ph.D. dari Direktur Sumber Daya Manusia UGM, yang membahas peraturan kepegawaian dan pengembangan karier dosen. “Dosen perlu memahami jalur karier akademik dan sistem penilaian kinerja tridharma agar profesionalisme terus meningkat. Pemahaman regulasi kepegawaian menjadi dasar bagi implementasi tridharma yang efektif di unit kerja masing-masing,” ujar Prof. Suadi.
Kegiatan Latsar ditutup dengan sesi diskusi dan refleksi, di mana peserta berbagi gagasan dan strategi penerapan ilmu yang diperoleh ke dalam praktik tridharma. Melalui kegiatan ini, UGM menegaskan komitmennya untuk membangun pendidikan tinggi yang unggul, mendorong hilirisasi riset, memperkuat jejaring kolaborasi, dan mengembangkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap tantangan pembangunan berkelanjutan.
Penulis: Ajeng Mutiara Sholihah