VOCATALK Bekali Mahasiswa Sekolah Vokasi UGM Bangun Personal Branding dan Kesiapan Mental Kerja

Yogyakarta, 12 Februari 2026 — Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) melalui Vocational Development Center (VDC) menyelenggarakan kegiatan VOCATALK bertajuk “The Future-Proof Persona: Membangun Personal Branding dan Komunikasi untuk Era Digital”. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kesiapan mental, kepercayaan diri, serta keterampilan komunikasi profesional sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis.

Auriga Agustina (News Reporter SCTV)
Auriga Agustina (News Reporter SCTV)

VOCATALK menghadirkan Auriga Agustina (News Reporter SCTV) dan Inulia Sekar Rarastri (HR Practitioner dan Career Consultant) d,iskusi dipandu oleh Kumalasari selaku PIC Kesehatan Mental Sekolah Vokasi UGM. Melalui kegiatan ini, para narasumber mengajak mahasiswa memahami pentingnya membangun citra diri yang positif, mengelola kecemasan, serta menyiapkan strategi karier sejak dini.

Inulia Sekar Rarastri (HR Practitioner dan Career Consultant)
Inulia Sekar Rarastri (HR Practitioner dan Career Consultant)

Dalam paparannya, Auriga Agustina menegaskan bahwa kepercayaan diri merupakan fondasi utama dalam memulai karier. Ia menyampaikan bahwa rasa takut merupakan hal yang wajar, terutama bagi lulusan baru yang akan memasuki dunia kerja. Namun, keberanian untuk melangkah tetap menjadi kunci. “Percaya diri bukan berarti tidak takut, tetapi tetap melangkah meskipun ada rasa takut. Dunia kerja lebih menghargai orang yang berani mencoba daripada yang hanya menunggu kesempatan,” ujarnya.

Auriga juga menyoroti pentingnya kesan pertama dalam dunia profesional. Ia menjelaskan bahwa dalam hitungan detik, seseorang sudah membentuk penilaian terhadap orang lain berdasarkan penampilan, bahasa tubuh, dan cara berbicara. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membiasakan diri tampil rapi, bersikap sopan, serta berkomunikasi secara jelas dan terstruktur, baik dalam situasi formal seperti wawancara kerja maupun dalam interaksi sehari-hari di lingkungan profesional.

Sementara itu, Inulia Sekar Rarastri menekankan bahwa keterampilan teknis memang menjadi syarat awal untuk memperoleh pekerjaan, tetapi keterampilan komunikasi dan personal branding berperan besar dalam pengembangan karier jangka panjang. Ia menjelaskan bahwa personal branding bukan sekadar soal tampilan di media sosial, melainkan bagaimana seseorang dikenal dan dinilai oleh lingkungannya. “Skill teknis bisa membuat kita diterima bekerja, tetapi skill komunikasi yang membuat karier kita melesat. Personal branding adalah seni menjual diri tanpa menjatuhkan orang lain,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dunia kerja saat ini dihadapkan pada persaingan yang semakin ketat, dengan jumlah lulusan baru yang terus meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu, mahasiswa perlu menyiapkan diri tidak hanya melalui prestasi akademik, tetapi juga pengalaman organisasi, magang, serta keberanian membangun relasi profesional sejak di bangku kuliah. Menurutnya, kemampuan bekerja dalam tim, bersikap adaptif, dan menunjukkan etika kerja yang baik menjadi faktor penting dalam keberlanjutan karier.

Diskusi turut menyinggung tantangan Generasi Z yang kerap menghadapi kecemasan akibat tekanan media sosial dan ekspektasi untuk segera sukses setelah lulus. Para narasumber mengajak mahasiswa untuk tidak terjebak pada ekspektasi instan serta memahami bahwa perjalanan karier merupakan proses panjang yang membutuhkan pembelajaran berkelanjutan. Mahasiswa juga diingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental agar mampu menghadapi tekanan dunia kerja secara sehat dan produktif.

Kegiatan VOCATALK mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa Sekolah Vokasi UGM. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait cara membangun kepercayaan diri, menciptakan kesan profesional, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang terus berubah seiring perkembangan teknologi dan tuntutan industri.

Melalui kegiatan ini, Sekolah Vokasi UGM menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang tidak hanya berfokus pada kompetensi teknis, tetapi juga pada penguatan karakter, komunikasi profesional, dan kesiapan mental mahasiswa. Program pembekalan semacam ini diharapkan mampu mendukung lulusan SV UGM agar lebih siap bersaing di dunia kerja sekaligus mampu beradaptasi dengan tantangan era digital.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*