SV UGM Panen Raya Melon Paku FASTAN, Perkuat Kolaborasi Riset Pertanian Berbasis Teknologi dengan Pemkab Kulon Progo

Yogyakarta, 30 Januari 2026 — Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan Panen Raya Melon Paku sebagai hasil riset kolaboratif pertanian cerdas berbasis teknologi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Fabrikasi Fasilitas Smart-Agri Tepat Guna Skala Petani (FASTAN) yang didanai melalui Hibah Penelitian Katalisator Kemitraan Berdikari LPDP Tahun 2025. Prosesi Panen raya dilaksanakan di Conference Room Field Research Center (FRC) Sekolah Vokasi UGM dan Greenhouse FASTAN Kelompok Tani Gisik Pranaji Bugel 2, Panjatan, Kulon Progo. Kegiatan ini menandai keberhasilan riset terapan UGM yang berorientasi pada peningkatan produktivitas dan mutu hasil pertanian petani lokal.

Prosesi Panen raya dilaksanakan di Conference Room Field Research Center (FRC) Sekolah Vokasi UGM dan Greenhouse FASTAN Kelompok Tani Gisik Pranaji Bugel 2, Panjatan, Kulon Progo
Prosesi Panen raya dilaksanakan di Conference Room Field Research Center (FRC) Sekolah Vokasi UGM dan Greenhouse FASTAN Kelompok Tani Gisik Pranaji Bugel 2, Panjatan, Kulon Progo

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM Prof. Dr. Supriyadi, M.Sc., CMA., CA., Ak., Bupati Kulon Progo Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., Dekan Sekolah Vokasi UGM Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng., serta Koordinator Riset FASTAN Dr. Eng. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, S.T., M.Eng.

Dekan Sekolah Vokasi UGM Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng.,
Dekan Sekolah Vokasi UGM Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng.,

Dekan Sekolah Vokasi UGM menegaskan bahwa FASTAN dirancang sebagai riset terapan yang inklusif dan berkelanjutan. “Penelitian ini berdampak karena melibatkan masyarakat petani secara langsung dan dipantau secara berkelanjutan, sehingga hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus terjaga serta memberi manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Program FASTAN dikoordinasikan oleh Dr. Eng. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno dan merupakan bagian dari tim flagship melon Field Research Center (FRC) UGM yang diinisiasi oleh Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D. Riset ini mengintegrasikan greenhouse cerdas, Automatic Dosing Machine (DM), serta Air Quality Monitoring System (AQMS) berbasis Internet of Things (IoT) untuk mengendalikan mikroklimat dan menjaga konsistensi mutu melon premium. 

Menurut Dr. Eng. Yosephus Ardean, riset FASTAN mempercepat proses transfer pengetahuan kepada petani. “Masyarakat dapat lebih cepat beradaptasi dan mengadopsi teknologi, mulai dari pelatihan, budidaya, hingga pengelolaan produksi berbasis data. Kami berharap kolaborasi ini memberi dampak luas bagi masyarakat dan pemerintah daerah,” katanya.

Bupati Kulon Progo menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam menjaga keberlanjutan program. “Kerja sama antara UGM, Pemerintah Daerah, dan komunitas petani merupakan pilar kuat untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kulon Progo,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Rektor UGM menyampaikan bahwa FASTAN mencerminkan strategi UGM dalam mengakselerasi riset terapan berbasis teknologi dan data. Ke depan, UGM dan Pemkab Kulon Progo akan memfinalkan kerja sama replikasi program, memperluas jejaring mitra, serta mendorong adopsi teknologi FASTAN oleh kelompok tani lain agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

Kegiatan Penelitian FASTAN selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian; SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) lewat penciptaan nilai tambah dan peluang usaha lokal; SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui adopsi teknologi IoT dan standardisasi proses; serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui efisiensi input dan pengurangan susut pascapanen. Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis teknologi, FASTAN diharapkan menjadi model riset berdampak yang berkelanjutan bagi pengembangan pertanian cerdas di Indonesia.

Penulis: Ajeng Mutiara Sholihah

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*