Yogyakarta, 11 Februari 2026 — Hasil Tracer Study Sekolah Vokasi (SV) UGM tahun 2023 menunjukkan capaian yang signifikan dan semakin menegaskan efektivitas pendidikan vokasi dalam menghasilkan lulusan yang cepat terserap di dunia kerja.

Dari total 814 lulusan tahun 2023, sebanyak 748 alumni (91,89%) berpartisipasi dalam Tracer Study. Tingginya angka partisipasi ini menunjukkan keterlibatan alumni yang kuat dalam mendukung evaluasi mutu pendidikan. Bahkan tingkat respons mencapai 100% pada beberapa program studi, seperti D4 Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol serta D4 Sistem Informasi Geografis. Program studi dengan responden terbanyak antara lain D4 Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil (79 orang), D4 Manajemen Informasi Kesehatan (59), D4 Pembangunan Ekonomi Kewilayahan (56), serta D4 Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi (50).
Dari sisi serapan lulusan, lebih dari 88,4% alumni telah berhasil bekerja, berwirausaha atau melanjutkan studi. Secara rinci, 79,5% alumni telah bekerja, 4,5% memilih melanjutkan studi, dan 4,4% memilih berwirausaha, sementara 7,2% tercatat pernah bekerja. Hanya 3,5% alumni yang masih dalam proses mencari pekerjaan. Data ini menunjukkan masa transisi lulusan menuju dunia kerja yang relatif cepat dan stabil. Sebaran tempat kerja alumni juga mencerminkan daya saing lulusan SV UGM yang mencakup berbagai level institusi: 58,8% di tingkat nasional, 25,4% di multinasional, dan 15,8% di institusi lokal. Untuk penghasilan, rata-rata mencapai Rp18.211.967,9 dengan nilai tengah (median) sebesar Rp5.850.000,00.
Tingkat kepuasan kerja alumni juga tergolong tinggi, lebih dari 70% menyatakan puas atau sangat puas. Selain itu, lebih dari 66,6% alumni menilai kompetensi yang diperoleh selama studi sangat relevan dengan bidang pekerjaan mereka, dan lebih dari 93% bekerja pada tingkat yang setara atau lebih tinggi dari jenjang pendidikannya.Capaian ini menegaskan kesesuaian antara kurikulum vokasi dengan kebutuhan industri.
Pencapaian ini berkontribusi nyata pada SDGs, khususnya melalui tiga pilar, yaitu SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SV UGM menghadirkan pendidikan vokasi berkualitas tinggi yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja. Kurikulum diperbarui berkala sesuai perkembangan teknologi (misalnya Industri 4.0 dan ekonomi hijau), memastikan lulusan memiliki keterampilan teknis spesifik dan siap bersaing di pasar global. Terdapat juga SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan Mempercepat transisi lulusan ke pekerjaan layak, produktif, dan stabil, dengan upah adil dan prospek karir jelas. Ini mengurangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Keterlibatan industri melalui magang dan sertifikasi memperkuat karir lulusan. Terakhir adalah SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dimana lulusan berperan krusial dalam pembangunan industri resilien, inovasi, dan infrastruktur berkualitas. Keahlian teknis mereka dibutuhkan di sektor manufaktur berteknologi tinggi, energi terbarukan, hingga infrastruktur digital, berkontribusi langsung pada peningkatan inovasi dan modernisasi infrastruktur nasional.
Secara keseluruhan, hasil Tracer Study ini menjadi indikator keberhasilan proses pembelajaran yang aplikatif dan berbasis praktik di Sekolah Vokasi UGM. Ke depan, Sekolah Vokasi UGM berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan industri serta memperbarui kurikulum berbasis kebutuhan pasar guna mencetak lulusan yang adaptif, profesional, dan berdaya saing global.