CITIEA 2026 Hari Kedua: Sekolah Vokasi UGM Perkuat Akses Karier Global bagi Talenta Vokasi

Yogyakarta, 28 April 2026 — Hari kedua pelaksanaan The 2026 Annual Conference of China–Indonesia TVET Industry-Education Alliance (CITIEA) yang diselenggarakan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada menghadirkan rangkaian kegiatan yang berfokus pada penguatan koneksi langsung antara mahasiswa dan industri global. Pendekatan ini menegaskan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya membangun wacana, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan dunia kerja. CITIEA 2026 pun memperkuat perannya sebagai platform yang menjembatani transisi mahasiswa menuju dunia profesional secara lebih terarah.

Company Exhibition di Student Center Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM
Company Exhibition di Student Center Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM

Agenda utama hari kedua, yaitu Company Exhibition di Student Center Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, menjadi magnet bagi ratusan peserta, khususnya mahasiswa tingkat akhir. Kegiatan ini diikuti oleh 390 pengunjung dan melibatkan 31 perusahaan industri dari Indonesia dan Tiongkok yang bergerak di berbagai sektor strategis. Mengusung semangat “Kickstart Your Global Networking!”, pameran ini menghadirkan perusahaan seperti LiuGong Machinery, Hope International, PT Sinoma Development Indonesia, hingga PT QMB New Energy Materials. Suasana hari kedua terasa lebih dinamis dan interaktif melalui pendekatan experiential learning,  mahasiswa memperoleh kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan perwakilan industri, memahami kebutuhan dunia kerja, serta menjajaki peluang karier. Peserta tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga dapat langsung menyerahkan CV, berkonsultasi karier, hingga mendapatkan arahan untuk mengikuti tahapan seleksi lanjutan. Model ini menjadi keunggulan karena memangkas proses rekrutmen konvensional yang biasanya lebih panjang dan kompleks. Dengan demikian, Company Exhibition berfungsi sebagai jembatan nyata yang mempercepat akses mahasiswa ke dunia kerja. Kegiatan ini juga menunjukkan bagaimana pendidikan vokasi semakin adaptif terhadap kebutuhan industri global.

Dekan Sekolah Vokasi UGM, Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng.,
Dekan Sekolah Vokasi UGM, Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng.,

Dekan Sekolah Vokasi UGM, Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa sinergi antara pendidikan vokasi dan industri merupakan kunci utama dalam menciptakan lulusan yang relevan. Menurutnya, pendidikan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan yang sebagian besar berasal dari industri. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi internasional untuk mempercepat adaptasi teknologi, terutama di bidang seperti AI dan IoT. “Kita harus belajar dari negara yang lebih maju dan memperkuat kerja sama agar tidak tertinggal,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan pentingnya keterhubungan global dalam pengembangan pendidikan vokasi.

Dari sisi industri, partisipasi dalam CITIEA 2026 dinilai sebagi langkah strategis dalam menjaring talenta sekaligus memperkuat koneksi dengan institusi pendidikan. Setyadi Faturahman perwakilan dari PT QMB New Energy Materials menilai bahwa forum ini mampu mempertemukan kebutuhan industri dengan potensi sumber daya manusia secara lebih efektif. “Kolaborasi antara industri dan pendidikan sangat penting untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang berkualitas,” jelasnya. Selain membuka peluang kerja, pihaknya juga memperkenalkan program beasiswa S2 di Tiongkok sebagai bagian dari pengembangan talenta jangka panjang. Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan industri tidak hanya berorientasi pada rekrutmen, tetapi juga investasi pada pengembangan SDM.

Sementara itu, dari sisi peserta, kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa yang tengah mempersiapkan karier. Novi, mahasiswa tingkat akhir, menyampaikan bahwa kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan perusahaan memberikan pengalaman yang lebih efektif. Ia menilai proses yang ditawarkan jauh lebih cepat dan praktis dibandingkan pencarian kerja melalui platform digital. “Di sini kita bisa langsung drop CV dan diarahkan ke tahap berikutnya seperti wawancara,” ujarnya. Pengalaman ini mencerminkan bagaimana CITIEA 2026 mampu menghadirkan akses karier yang lebih efisien dan terarah.

Secara keseluruhan, CITIEA 2026 yang berlangsung pada 27–28 April 2026 diikuti oleh 370 peserta konferensi dari Indonesia dan Tiongkok serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Rangkaian kegiatan yang mencakup konferensi, kerja sama strategis, hingga pameran industri menunjukkan pendekatan yang komprehensif dalam membangun ekosistem vokasi berbasis industri. Forum ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga membuka peluang kolaborasi berkelanjutan di masa depan. Dengan integrasi antara pendidikan dan industri, CITIEA 2026 menjadi langkah konkret dalam mencetak talenta vokasi yang siap bersaing di tingkat global.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*