Yogyakarta – Kemampuan mengolah data menjadi berita yang akurat, kredibel, dan berdampak kini menjadi kompetensi yang semakin penting untuk dimiliki sumber daya manusia di institusi pendidikan tinggi. Menyadari pentingnya peran komunikasi institusi dalam mendiseminasikan kontribusi perguruan tinggi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop Penulisan Berita SDGs di Lingkungan Sekolah Vokasi UGM pada Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai unit kerja di lingkungan Sekolah Vokasi UGM.

Workshop mengusung tema “Penguatan Kapasitas Pemberitaan SDGs untuk Meningkatkan Kualitas Publikasi Sekolah Vokasi UGM”, diikuti oleh ketua departemen, manajer atau PIC kehumasan, serta PIC pemberitaan dari seluruh departemen dan program studi di lingkungan Sekolah Vokasi UGM. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang membahas pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), strategi penguatan narasi SDGs dalam pemberitaan perguruan tinggi, serta teknik penulisan berita institusi yang sesuai dengan kaidah jurnalistik. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menghasilkan publikasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu menunjukkan dampak nyata berbagai kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan Sekolah Vokasi UGM.
Rangkaian kegiatan diawali dengan monitoring dan evaluasi capaian pemberitaan SDGs di Sekolah Vokasi UGM Triwulan II Tahun 2026 yang disampaikan oleh Manajer Unit Hubungan Masyarakat dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Sekolah Vokasi UGM, Sonia Dora Febri Esa, S.T.P., M.Sc.
Dr.Eng. Ir. Agustinus Winarno, S.T., M.Eng. menyampaikan materi mengenai pemanfaatan AI dalam penulisan berita. Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi AI telah membuka peluang baru dalam proses pengumpulan informasi, identifikasi tren, hingga penyusunan draf awal berita. Meski demikian, peran manusia tetap menjadi faktor utama dalam menjaga kualitas dan akuntabilitas informasi yang dipublikasikan.
“Kecerdasan buatan dapat membantu mempercepat proses pengumpulan informasi dan identifikasi tren, tetapi kualitas dan akuntabilitas sebuah berita tetap ditentukan oleh penulis. Oleh karena itu, pemanfaatan AI harus dilakukan secara bertanggung jawab dan beretika,” jelas Agustinus.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Kepala Biro Transformasi Digital UGM, Dr. Mardhani Riasetiawan, M.T., yang membahas strategi pelaporan dan penguatan narasi SDGs dalam pemberitaan perguruan tinggi. Menurutnya, berbagai aktivitas yang dilakukan di lingkungan universitas pada dasarnya berkontribusi terhadap pencapaian SDGs. Tantangannya adalah bagaimana setiap kegiatan tersebut dapat dikemas menjadi narasi yang mampu menunjukkan nilai dan dampaknya bagi masyarakat.

“Hampir setiap aktivitas yang dilakukan di lingkungan perguruan tinggi memiliki keterkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Yang perlu diperkuat adalah bagaimana kita menarasikan kontribusi tersebut sehingga dampaknya dapat dipahami oleh publik,” ujar Mardhani.
Pada kesempatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah platform berbasis AI yang dimiliki UGM untuk mendukung transformasi digital dan produktivitas dalam penyusunan konten publikasi.
Sesi terakhir diisi oleh Erlin Estiana Yuanti, S.S., M.A., Sekretaris Departemen sekaligus Dosen Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya (DBSMB) Sekolah Vokasi UGM. Dalam paparannya, Erlin menjelaskan prinsip-prinsip dasar penulisan berita institusi yang akurat, kredibel dan sesuai kaidah jurnalistik. Selain mendapatkan materi, peserta juga berkesempatan mempraktikkan penyusunan berita secara langsung. Melalui praktik tersebut, peserta diajak mengidentifikasi nilai berita, menentukan sudut pandang penulisan, menyusun lead, serta merumuskan dampak kegiatan yang relevan dengan SDGs.
“Berita yang baik bukan sekadar selesai ditulis, tetapi berita yang siap dipublikasikan, didukung data yang valid, dan mampu memberikan dampak bagi pembacanya,” jelas Erlin.
Melalui workshop ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan AI secara etis dan bertanggung jawab, strategi membangun narasi SDGs yang kuat, serta teknik penyusunan berita institusi yang efektif. Kompetensi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas publikasi di masing-masing unit kerja sekaligus memperkuat diseminasi berbagai kontribusi Sekolah Vokasi UGM kepada masyarakat.

Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang literasi digital dan komunikasi, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi AI dalam proses publikasi, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan praktik komunikasi yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penulis: Tiara Uji Lestari & Yoga Dwi J
Editor: Humas SV UGM