Kick Off Halal Nexus Dorong Kolaborasi Akademisi Perkuat Ekosistem Halal Indonesia

Yogyakarta, 22 Juli 2026 – Center of Excellence (CoE) Agrotechnology & Halal Study, Teaching Industry Learning Center (TILC), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Kick Off Halal Nexus pada Rabu (22/7) di Laboratorium Agrotechnology (TILC-418). Mengusung tema “Membaca Arah Ekosistem Halal Indonesia: Tantangan, Peluang, dan Peran Akademisi dalam Membangun Masa Depan Halal”, kegiatan ini menjadi langkah awal pembentukan Halal Nexus sebagai forum kolaboratif yang berfokus pada pengembangan kajian, riset, dan inovasi halal di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini diikuti oleh belasan mahasiswa dari berbagai program studi yang memiliki ketertarikan terhadap isu halal.

Forum Kick Off ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi penyusunan Action Plan Halal Nexus
Forum Kick Off ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi penyusunan Action Plan Halal Nexus

Kegiatan dibuka oleh Koordinator Teaching Industry Learning Center (TILC), Adlan Bagus Pradana, S.T., M.Tech., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membangun budaya diskusi ilmiah dalam mengembangkan kajian halal. Menurutnya, isu halal merupakan bidang yang sangat luas sehingga memerlukan keterbukaan dalam bertukar gagasan dan perspektif.

“Tentang halal, berdebatlah. Selama masih bisa diperdebatkan, berarti masih banyak perspektif dan ilmu yang dapat digali di dalamnya,” ujar Adlan.

Ia berharap Halal Nexus dapat menjadi ruang akademik yang mendorong lahirnya dialog kritis, kolaborasi lintas disiplin, serta inovasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekosistem halal di Indonesia.

Memasuki sesi materi, Dr. Wildan Fajar Bachtiar, S.T., M.Sc. mengajak peserta melihat ekosistem halal secara lebih komprehensif. Menurutnya, pembangunan ekosistem halal memerlukan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat. Perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi yang mampu menjembatani kebutuhan berbagai pemangku kepentingan. Ia menjelaskan bahwa penguatan ekosistem halal tidak hanya berfokus pada sertifikasi, tetapi juga mencakup pengembangan riset, inovasi, teknologi, penguatan rantai pasok halal, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar Indonesia memiliki daya saing yang semakin kuat di sektor halal.

Wildan juga menegaskan bahwa halal merupakan konsep yang bersifat universal dan dapat dikaji dari berbagai sudut pandang keilmuan, mulai dari teknologi, sains, sosial, ekonomi, hingga kebijakan publik. Perspektif tersebut membuka ruang yang luas bagi penelitian dan kolaborasi lintas disiplin untuk menghasilkan solusi dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Pada sesi berikutnya, Ghifari Yuristiadhi Masyhari Makhasi, S.S., M.A., M.M., C.H.E. memaparkan pentingnya pengembangan pariwisata ramah muslim (Muslim-friendly tourism) sebagai bagian dari ekosistem halal. Ia menjelaskan bahwa konsep tersebut bukan ditujukan untuk menciptakan layanan yang eksklusif bagi wisatawan muslim, melainkan menghadirkan pelayanan yang inklusif melalui penyediaan makanan halal, fasilitas ibadah, sanitasi yang memadai, serta layanan yang memahami kebutuhan wisatawan muslim tanpa mengurangi kenyamanan wisatawan lainnya. Pendekatan tersebut dinilai mampu memperluas pasar pariwisata sekaligus meningkatkan kualitas layanan destinasi secara menyeluruh.

Ghifari juga menyoroti potensi besar Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai destinasi pariwisata ramah muslim. Menurutnya, penguatan regulasi, penyediaan fasilitas pendukung, dan strategi branding yang lebih komprehensif menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing Yogyakarta sebagai destinasi yang ramah bagi seluruh wisatawan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam sektor pariwisata halal global.

Diskusi yang berlangsung selama kegiatan membahas berbagai isu strategis, mulai dari arah perkembangan ekosistem halal Indonesia, tantangan implementasi sertifikasi halal, peluang pengembangan industri halal, hingga kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan riset dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Forum ini juga menjadi momentum awal untuk menyusun action plan Halal Nexus sebagai forum kajian berkelanjutan yang berfokus pada penguatan riset dan inovasi halal, literasi dan edukasi halal, sertifikasi dan regulasi halal, pengembangan produk dan industri halal, kajian ekosistem halal, serta kewirausahaan berbasis produk halal.

Melalui Halal Nexus, CoE Agrotechnology & Halal Study berupaya membangun ruang kolaborasi yang mempertemukan mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengembangkan kajian halal secara multidisiplin. Selain menjadi wadah berbagi pengetahuan, forum ini diharapkan mampu melahirkan riset kolaboratif, inovasi, rekomendasi kebijakan, serta program-program yang memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekosistem halal Indonesia.

Penyelenggaraan Kick Off Halal Nexus juga mencerminkan komitmen UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkontribusi terhadap SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan literasi, budaya diskusi ilmiah, dan penguatan kapasitas mahasiswa di bidang halal. Penguatan riset dan inovasi mendukung SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), sementara pengembangan industri halal dan pariwisata ramah muslim sejalan dengan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth). Pembahasan mengenai jaminan produk halal dan layanan yang berkelanjutan turut mendukung SDG 12 (Responsible Consumption and Production). Di sisi lain, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, praktisi, dan masyarakat menjadi implementasi nyata SDG 17 (Partnerships for the Goals) dalam membangun ekosistem halal yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui inisiatif ini, CoE Agrotechnology & Halal Study berharap Halal Nexus dapat berkembang menjadi forum akademik yang secara konsisten menghadirkan diskusi, riset, dan kolaborasi lintas disiplin. Dengan semangat Study, Collaborate, Impact, Halal Nexus diharapkan menjadi ruang lahirnya gagasan, inovasi, dan solusi yang tidak hanya memperkuat ekosistem halal Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*