Yogyakarta, 18 Agustus 2026 – Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTK SV UGM) menyelenggarakan Seremoni Kerja Sama dan Kuliah Umum bertema “Beyond Mapping: Transformasi Teknologi Geospasial dari Pemetaan menuju Intelligent Decision Making”. Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Lantai 2 Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC) Sekolah Vokasi UGM ini diikuti oleh lebih dari 200 mahasiswa Departemen Teknologi Kebumian. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat kolaborasi dengan mitra sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan dan pemanfaatan teknologi geospasial.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Hidayat Panuntun, S.T., M.Eng. D.Sc. selaku Ketua Departemen Teknologi Kebumian, Dr. Ir. Wiryanta, S.T., M.T. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi UGM, serta Harya Bima Pratitakusuma selaku Marketing Communication & Corporate Relations PT Barrakusuma Spatial Teknologi (Barraslogi). Acara dilanjutkan dengan penyerahan dokumen kerja sama antara DTK SV UGM dan Barraslogi sebagai simbol penguatan sinergi pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi pada bidang teknologi geospasial.
Kuliah umum menghadirkan tiga narasumber tiga narasumber dari unsur militer dan industri, yaitu Marsma TNI Kristian Suseno R., S.Si., M.Sc. selaku Direktur Penginderaan Jauh Pusat Geospasial TNI AU, Vella Ahalla Hulaifah Somantri, S.T. selaku Geospatial Manager Barraslogi, serta Dwima Fillailiy Nisa, A.Md. selaku GIS Presales & Support Engineer PT Leica Geosystems Indonesia. Sesi kuliah umum dimoderatori oleh Ade Febri Sandhini Putri, S.Si., M.Sc. selaku dosen Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi UGM. Ketiga narasumber memberikan perspektif dari lingkungan militer dan industri mengenai perkembangan teknologi geospasial, pemanfaatan penginderaan jauh, hingga penerapan teknologi dalam dunia profesional.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa teknologi geospasial tidak lagi sekadar menghasilkan peta. Data geospasial dapat diolah menjadi informasi dan insight yang mendukung analisis, perencanaan, serta pengambilan keputusan berbasis data. Pemahaman tersebut menjadi penting bagi mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.
Antusiasme peserta juga terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa berkesempatan berinteraksi langsung dengan para narasumber untuk menggali informasi mengenai perkembangan teknologi, kompetensi yang dibutuhkan di dunia profesional, serta peluang penerapan keilmuan geospasial di berbagai sektor.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen DTK SV UGM dalam memperkuat hubungan dengan dunia industri dan pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan kegiatan akademik, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta terciptanya pengalaman belajar yang semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Pelaksanaan kegiatan turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan wawasan dan kompetensi mahasiswa, SDG 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur) melalui penguatan pemanfaatan teknologi geospasial, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra industri.