Yogyakarta, 5 November 2026 – Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menjadi tuan rumah penyelenggaraan 2026 IEEE International Conference on Aerospace Electronics and Remote Sensing Technology (ICARES 2026) pada Rabu, 4 November 2026. Konferensi internasional yang berlangsung secara hibrida pada 4–5 November 2026 ini mengangkat tema “Advancing Space Awareness and Remote Sensing for a Connected, Resilient, and Intelligent Future” sebagai upaya mendorong pengembangan teknologi kedirgantaraan dan penginderaan jauh untuk menjawab tantangan masa depan.

ICARES 2026 diselenggarakan oleh Pusat Riset Teknologi Satelit, Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bekerja sama dengan SV UGM serta IEEE Joint Aerospace and Electronic Systems/Geoscience and Remote Sensing Society Chapter GRS29/AES10, Indonesia Section. Konferensi ini menjadi wadah bagi peneliti, akademisi, dan praktisi industri untuk berbagi pengetahuan, memperluas jejaring, serta membuka peluang kolaborasi riset dan inovasi di bidang elektronika kedirgantaraan dan penginderaan jauh.
ICARES merupakan konferensi ilmiah internasional yang pertama kali diselenggarakan pada 2014. Pada tahun 2026, konferensi ini memasuki penyelenggaraan ke-10 sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di tingkat nasional maupun internasional.
ICARES 2026 mengangkat tiga kelompok pembahasan utama, yaitu Aerospace and Electronic Systems (AES), Geoscience and Remote Sensing (GRS), serta Data Science and Artificial Intelligence (AI) terkait bidang kedirgantaraan, geosains, dan penginderaan jauh. Berbagai topik yang dibahas mencakup teknologi satelit, sistem navigasi, pengolahan data geosains, radar, observasi permukaan bumi, serta penerapan kecerdasan buatan dalam analisis dan pemanfaatan data penginderaan jauh.
Dalam sambutannya, Dr. Agustan, S.T., M.Sc., dari IEEE Joint Aerospace and Electronic Systems/Geoscience and Remote Sensing Society Chapter, Indonesia Section, menekankan bahwa kemajuan teknologi perlu didukung oleh keterlibatan komunitas dan masyarakat. Ia menyampaikan, “Masa depan Indonesia tidak hanya bergantung pada kemajuan teknologi, tetapi juga pada peran komunitas dan masyarakat yang kita jaga bersama.”
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM, Bapak Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., dalam sambutannya menyoroti pentingnya gagasan sebagai landasan bagi lahirnya inovasi. “Gagasan merupakan awal dari lahirnya inovasi. Melalui inovasi, kita dapat mendorong kemajuan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Konferensi ini turut menghadirkan tiga keynote speaker yang memberikan perspektif dan wawasan dalam pengembangan teknologi kedirgantaraan serta penginderaan jauh. Ketiganya adalah Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., DESD., ASEAN Eng.; Dr. Hongbo Sun; serta Prof. Muhammad Kamal, S.Si., M.GIS., Ph.D. Kehadiran para keynote speaker diharapkan memperkaya diskusi ilmiah sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman di antara para peserta konferensi.
Selain menjadi forum pertukaran pengetahuan, ICARES 2026 juga memberikan kesempatan kepada para peneliti untuk mempresentasikan hasil penelitian dan mempublikasikan karya ilmiah melalui prosiding konferensi yang dipublikasikan di IEEE Xplore, sesuai dengan proses peninjauan dan persyaratan publikasi yang berlaku. Konferensi ini turut mendukung pengembangan ekosistem riset dengan memberikan ruang bagi peneliti muda untuk berpartisipasi dalam komunitas ilmiah internasional.
Melalui penyelenggaraan ICARES 2026, SV UGM bersama BRIN dan mitra internasional turut memperkuat kolaborasi akademik dan riset dalam pengembangan teknologi kedirgantaraan dan penginderaan jauh. Konferensi ini diharapkan menjadi ruang strategis bagi pertukaran gagasan, pengembangan inovasi, serta perluasan jejaring ilmiah yang berkontribusi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesejahteraan masyarakat.