Tanggapan Mahasiswa Perantauan Penerima Paket Bantuan SV UGM

Sebanyak 362 Paket Bantuan SV UGM tahap pertama telah didistribusikan oleh Tim SATGAS Tanggap Darurat COVID-19 SV UGM pada tanggal 7 April 2020 bagi mahasiswa SV UGM perantauan yang terdampak pandemik COVID-19. Paket tersebut didistribusikan berdasarkan data hasil survei yang dibuat oleh tim menggunakan platform dari ESRI USA. Data tersebut kemudian digabungkan dengan data yang dihimpun dari UGM. Prioritas pemberian bantuan logistik adalah para mahasiswa SV perantauan yang tinggal di kos/asrama/kontrakan. Dari keterangan beberapa mahasiswa yang dihimpun melalui pesan tertulis WA, mereka mengisi survei tersebut dari berbagai kanal informasi yang disebarluaskan oleh Tim SATGAS Tanggap Darurat COVID-19 SV baik dari instagram @sv_ugm, informasi dari para dosen, maupun grup komunikasi angkatan mereka.

Sebelum mendapatkan paket bantuan tersebut, para mahasiswa telah menerima email dari Humas SV UGM mengenai protokol pendistribusian paket. Pendistribusian paket bantuan logistik tersebut diatur sedemikan rupa untuk menghindari kumpulan massa. Para mahasiswa ini tidak berkeberatan untuk mengambil paket bantuan di kampus SV dengan sistem “drivethru” dengan serangkaian proses disinfeksi. Namun, ada juga yang berpendapat jika bantuan diantar langsung ke kos/asrama/kontrakan atau diambil oleh pengendara ojek online, akan sangat membantu para mahasiswa yang tidak memiliki kendaraan pribadi maupun memiliki kesulitan mobilitas.

Para mahasiswa SV perantauan memutuskan untuk tidak pulang ke kota asal mereka karena mengikuti arahan untuk tidak mudik atau pulang ke daerah asal demi mengurangi kemungkinan penularan COVID-19. Di antara mahasiswa tersebut ada yang memiliki kekhawatiran terhadap kesehatan orang tua mereka yang memiliki riwayat sakit jika mereka pulang dan menjadi carrier COVID-19. Seperti yang diutarakan oleh Moh. Dikhyak Alwi mahasiswa DTK asal Mojokerto, Jawa Timur,

Jika terpaksa pulang, saya harus karantina mandiri. Tapi jika karantina di rumah, saya secara tidak langsung kontak dengan Ibu saya yang memiliki riwayat paru-paru”.

Begitu pula yang diutarakan oleh Dhea Septiyani mahasiswa DBSMB asal Tasikmalaya, Jawa Barat. Selain karena sudah tidak ada akses untuk masuk ke kota asalnya yang di-lockdown, Dhea mengkhawatirkan kesehatan ayahnya yang baru saja pulang setelah mendapatkan perawatan dari Rumah Sakit.

Para mahasiswa penerima Paket Bantuan SV UGM ini merasa sangat terbantu dengan adanya paket tersebut. Paket yang berisi makanan dan minuman siap saji, biskuit, vitamin, dan sabun tangan tersebut diakui menghemat pengeluaran finansial mereka di masa sulit ini. Selain itu, membantu mereka mengurangi kesulitan akses untuk mendapatkan bahan makanan karena warung dan toko di sekitar tempat tinggal mereka sudah banyak yang tutup. Mereka berterima kasih kepada pihak SV yang peduli terhadap mahasiswa perantauan yang bertahan di Jogja di tengah pandemi COVID-19 ini dan berharap adanya bantuan lagi bagi para mahasiswa yang belum bisa kembali ke kampung halamannya.

Sebagaimana yang diutarakan oleh Bapak Agus Nugroho, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan SV UGM selaku Ketua Tim SATGAS Tanggap Darurat COVID 19 SV UGM, setelah paket bantuan yang pertama ini didistribusikan, direncanakan akan ada paket bantuan tahap kedua dan ketiga sembari memantau kondisi mahasiswa dan segenap civitas SV UGM dan melihat situasi KLB ini.

 

Penulis: Nur Endah N