Yogyakarta, 9 September 2025. Dr. Wildan Fajar Bachtiar, S.T., M.S., dosen Pengembangan Produk Agroindustri di SV, bersama tim penelitiannya, mengumumkan publikasi artikel mereka yang berjudul “Halal Food Sustainable Traceability: A Multi-Group Consumer-Centric Acceptance and Preference Analysis.” Artikel ini diterima pada 20 Desember 2024, direvisi pada 23 Maret 2025, dan diterima pada 26 April 2025, serta telah menarik perhatian signifikan di bidang penelitian makanan halal.

Penelitian ini menekankan pentingnya sistem traceability (ketertelusuran) dalam rantai pasok halal untuk menjamin keaslian, keamanan, dan keberlanjutan pangan halal. Seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kualitas, etika, dan dampak lingkungan, permintaan akan transparansi dalam proses produksi juga meningkat. Studi ini menyoroti bahwa penerapan sistem traceability yang efektif mampu meningkatkan kepercayaan konsumen serta mendukung distribusi produk halal dan tayyib (sehat, aman, dan berkualitas).
Metode penelitian menggunakan survei terhadap 262 konsumen pangan halal di Indonesia dengan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil menunjukkan bahwa sistem traceability berpengaruh signifikan terhadap keandalan rantai pasok halal dan praktik keberlanjutan. Menariknya, meskipun tipe konsumen dan preferensi tidak secara langsung memengaruhi penerimaan sistem, perannya dimediasi oleh keberadaan traceability yang kuat.
Analisis dari penelitian ini juga menemukan adanya perbedaan sikap berdasarkan gender dan usia, di mana konsumen berusia 41–50 tahun memberi perhatian lebih besar terhadap aspek traceability. Temuan utama menunjukkan bahwa kepercayaan dan penerimaan konsumen lebih dipengaruhi oleh faktor sistemik seperti keandalan rantai pasok halal dan traceability, dibandingkan dengan faktor demografis atau preferensi individu.
Walaupun keberlanjutan pangan dianggap penting, aspek ini belum menjadi pendorong utama penerimaan konsumen tanpa dukungan sistem ketertelusuran yang transparan. Studi ini juga menyoroti peran teknologi seperti blockchain dan IoT sebagai solusi potensial untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, serta mencegah kecurangan dalam rantai pasok halal.
Secara praktis, penelitian ini menegaskan pentingnya investasi pada sistem traceability dan manajemen rantai pasok halal untuk memperkuat daya saing industri pangan halal Indonesia, yang memiliki pasar domestik besar dan potensi global. Strategi pemasaran dan edukasi konsumen juga perlu disesuaikan dengan segmen demografis tertentu, misalnya menekankan aspek keaslian untuk konsumen perempuan dan manfaat keberlanjutan untuk konsumen muda.
Dengan demikian, penguatan sistem ketertelusuran tidak hanya menjawab kebutuhan kepatuhan syariah, tetapi juga mendukung keberlanjutan dan kepercayaan konsumen di pasar halal internasional. Penelitian ini mendukung SDGs 12 yaitu Responsible Consumption and Production.
Dengan publikasi ini, Dr. Wildan memperoleh apresiasi dari UGM berupa hibah artikel bereputasi yang telah terbit. Artikel ini termasuk kategori Scopus Q2, menandai pencapaian signifikan dalam komunitas akademik.