Yogyakarta, 31 Januari 2026 — Tim FabLab Jogja dan Field Research Center Sekolah Vokasi UGM turut berkontribusi dalam kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Eco Healthy Living: Integrasi Pengolahan Sampah dan Pemilihan Vegetasi pada Wilayah Karst dan Berbukit” yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM. Kegiatan ini didukung oleh Kelurahan Balecatur dan Paguyuban Warga Citra Grand Mutiara dan telah dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, bertempat di Balai Warga Citra Grand Mutiara.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Eng. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, ST, M.Eng., dosen Departemen Teknik Mesin SV UGM sekaligus Koordinator CoE FabLab, menjadi narasumber dengan materi Pengolahan Sampah dari Rumah hingga Komunitas. Materi yang disampaikan mencakup integrasi sistem pengelolaan sampah, pentingnya pemilahan sampah, serta teknik pengolahan sampah yang dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat. Selain itu, hadir juga Dr. Ir. Hairi Cipta, S. Hut., M. Agr. sebagai narasumber dengan topik Ruang Terbuka Hijau yang Ideal: Antara Keindahan, Manfaat dan Keamanan.
Dr. Arde menekankan bahwa pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga pada kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Edukasi ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku warga dalam mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Selain itu, Ari Kustanto turut memaparkan praktik pengelolaan sampah yang telah diterapkan di Field Research Center (FRC) SV UGM. Salah satu praktik yang dibagikan adalah pengolahan sampah daun menjadi kompos. Sampah daun kering yang ada di FRC dikumpulkan, kemudian dicampur dengan larutan dekomposer berupa molases dan EM4. Campuran tersebut disimpan di tempat lembap dan teduh selama beberapa minggu hingga berubah menjadi kompos berwarna hitam dan bertekstur remah. Kompos ini kaya unsur hara, bermanfaat untuk menyuburkan tanah, memperbaiki struktur tanah, serta mengurangi volume sampah kebun.
Dalam kesempatan tersebut, tim FabLab juga memperkenalkan ReviGrow, sebuah prototipe alat komposting hasil kegiatan FabCamp yang diselenggarakan oleh FabLab SV UGM. ReviGrow menerapkan sistem komposting yang dilengkapi dengan penyemprotan EM4 otomatis. Alat ini dirancang dengan material sederhana dan mudah diperoleh, seperti ember bekas, pita perekat, kran plastik, lem, selang, panel surya, semprotan otomatis, dan braket. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi teknologi tepat guna yang mudah direplikasi oleh masyarakat untuk pengelolaan sampah organik rumah tangga.

Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi Tim FabLab Jogja untuk memperkenalkan peran dan lokasi FabLab SV UGM yang berada di Field Research Center (FRC) Sekolah Vokasi UGM, sebagai pusat pengembangan inovasi, prototyping, dan teknologi tepat guna yang mendukung pengabdian masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan pengabdian ini berkontribusi langsung terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kualitas kesehatan lingkungan, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) dengan mendorong pengelolaan sampah berbasis komunitas untuk mewujudkan permukiman yang lebih bersih dan berkelanjutan, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui penerapan pemilahan dan pengolahan sampah secara bertanggung jawab, SDG 13 (Climate Action) dengan pengurangan timbulan sampah organik melalui komposting yang berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan komunitas warga dalam mendukung implementasi pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.
Melalui kegiatan ini, Tim FabLab SV UGM menegaskan komitmennya dalam mendukung pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi, inovasi teknologi tepat guna, serta penguatan peran komunitas dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.