Field Research Center (FRC) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menerima kunjungan field trip dari peserta International Short Course in Agri-Food Sector 2026 bertajuk “Nature X ScienceTech Innovation: Co-creating Sustainable Agro-Food Industry and Climate Solutions for Resilient Planet” pada Rabu (15/4). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM dan diikuti oleh 52 peserta dari 6 negara.

Kegiatan diawali dengan sesi penyambutan di Conference Room FRC oleh Koordinator FRC, Satria Bhirawa Anoraga, S.T.P., M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau memaparkan peran FRC sebagai Learning Center (LC) yang menjembatani riset akademik dengan kebutuhan industri dan masyarakat, serta memperkenalkan berbagai fasilitas laboratorium dan Center of Excellence (CoE) yang dimiliki.
Selanjutnya, peserta mengikuti tur edukatif ke beberapa CoE di FRC. Di CoE Fablab, peserta dikenalkan pada implementasi ilmu reverse engineering dan digital manufacturing dengan teknologi laser cutting dan 3D printing beserta aplikasinya dalam mendukung sektor pertanian modern. Antusiasme peserta terlihat saat menyaksikan langsung proses pembuatan prototipe menggunakan teknologi tersebut.
Pada CoE Cocoa, peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai pengolahan cokelat berbasis konsep bean-to-bar yang menekankan pentingnya kualitas bahan baku sejak tingkat petani, dengan biji kakao yang bersumber dari petani lokal di Kulon Progo dan Gunungkidul sebagai bagian dari komitmen pemberdayaan masyarakat. Peserta juga diperkenalkan pada peran fermentasi dalam membentuk aroma precursors sebagai dasar cita rasa cokelat, serta mempelajari tahapan utama pengolahan mulai dari roasting, winnowing, refining, conching, hingga tempering dan packaging, yang dilengkapi dengan praktik langsung tempering untuk memahami pembentukan struktur kristal lemak kakao yang menentukan tampilan, tekstur, dan stabilitas produk akhir.

Sementara itu, di CoE Smart Agri, peserta mengeksplorasi fasilitas greenhouse beserta teknologi yang digunakan dalam sistem pertanian cerdas. Selain itu, peserta juga memperoleh pemaparan mengenai berbagai penelitian yang telah dan sedang dikembangkan di bidang Smart Agriculture. Pada sesi ini, peserta turut menikmati hasil budidaya berupa melon segar serta produk diversifikasi olahannya, yaitu cold-pressed juice.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pertukaran pengetahuan lintas negara, tetapi juga memperkuat peran FRC sebagai platform kolaborasi internasional dalam pengembangan inovasi agroindustri berkelanjutan. Acara diakhiri dengan sesi penyerahan dan pertukaran plakat sebagai simbol kerja sama dan apresiasi antar institusi.
Kunjungan ini turut mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Zero Hunger, melalui penguatan inovasi di sektor pangan dan pertanian berkelanjutan, SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, melalui pemanfaatan teknologi seperti 3D printing dan smart agriculture di mana CoE Fablab dan CoE Smart Agri berperan, SDG 12: Responsible Consumption and Production yang didukung dengan efisiensi dalam proses produksi komoditas dengan inovasi teknologi oleh CoE di FRC, melalui pengembangan produk pangan bernilai tambah dan berkelanjutan, SDG 13: Climate Action, melalui pendekatan inovasi untuk solusi ketahanan pangan yang adaptif terhadap perubahan iklim, SDG 17: Partnerships for the Goals, melalui kolaborasi internasional antar peserta dari berbagai negara di mana CoE Fablab bersama CoE di FRC berjejaring dengan kolega internasional seperti di regional Asia melalui Fablab Asian Networks.
Melalui kegiatan ini, SV UGM, khususnya FRC, terus menegaskan komitmennya sebagai pusat inovasi terapan yang berkontribusi nyata dalam pembangunan sektor agroindustri yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di tingkat global.
Penulis: FRC Team~