Bekal Menembus Dunia Kerja: Sekolah Vokasi UGM Gelar Kuliah Umum Bersama Pako Group

Yogyakarta – Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan kuliah umum sekaligus pembekalan wisuda bagi calon wisudawan Periode III Mei 2026 bersama Pako Group pada Selasa (19/5) di Ballroom Teaching Industry Learning Center (TILC) SV UGM. Mengusung tema “Unlocking Potential and Winning Your First Career”, kegiatan ini menghadirkan HR Manager Pako Group, Robinson Fernando Barasa, sebagai narasumber untuk membekali mahasiswa menghadapi dunia kerja profesional. Kegiatan diikuti oleh jajaran pimpinan SV UGM, Keluarga Alumni Sekolah Vokasi UGM (KAVOGAMA), mahasiswa, serta calon wisudawan dari berbagai departemen di lingkungan SV UGM.

 Robinson Fernando Barasa menjelaskan bahwa career readiness
Robinson Fernando Barasa menjelaskan bahwa career readiness

Dalam sambutannya, Dekan Sekolah Vokasi UGM, Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa SV UGM terus berkembang melalui berbagai capaian akademik, kerja sama industri, hingga program internasionalisasi. Ia menyampaikan bahwa lulusan vokasi perlu bangga karena berasal dari institusi yang terus bergerak maju dan mampu bersaing ditingkat global. Selain itu, Prof. Agus juga menyoroti komitmen SV UGM dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan kompetensi dosen dan penguatan hilirisasi ilmu di masyarakat. Selain itu, ia berpesan kepada calon wisudawan agar tidak mudah menyerah menghadapi kegagalan dan terus berani mencoba mencari peluang baru dalam perjalanan karier mereka.

Sementara itu, Ketua Umum KAVOGAMA, H. Mas Yanto Herlianto, S.E., mengingatkan pentingnya menjaga sikap, komitmen, dan integritas ketika memasuki dunia kerja. Menurutnya, kompetensi yang baik harus diimbangi dengan karakter dan etika profesional agar mampu membangun kepercayaan di lingkungan kerja. Ia juga menekankan bahwa kejujuran merupakan nilai yang harus selalu dijaga oleh lulusan ketika menghadapi tantangan di dunia profesional.

Dalam sesi pemaparan, Robinson Fernando Barasa menjelaskan bahwa career readiness merupakan kombinasi keterampilan, pola pikir, dan strategi pengembangan diri untuk berkembang di dunia profesional. Ia menyoroti pentingnya kemampuan interpersonal seperti komunikasi strategis, negosiasi, manajemen konflik, serta kecerdasan emosional sebagai fondasi hubungan kerja yang produktif. Menurutnya, soft skills menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kemampuan individu untuk beradaptasi dan berkembang di lingkungan kerja.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, kreativitas, problem solving, dan adaptasi di tengah perubahan dunia kerja yang cepat. Ia mendorong mahasiswa untuk memiliki growth mindset agar mampu terus belajar, menerima kritik sebagai proses pengembangan diri, serta tidak takut memulai karier dari posisi entry-level. “Soft skills yang baik membantu individu beradaptasi, bekerja sama, dan berkembang dalam dunia kerja profesional,” jelas Robinson dalam paparannya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar kesiapan menghadapi rekrutmen kerja, pengembangan soft skills, hingga strategi membangun karier setelah lulus. Melalui kegiatan ini, SV UGM terus memperkuat kolaborasi dengan dunia industri dalam mendukung kesiapan lulusan vokasi yang adaptif, kompeten, dan siap berkontribusi di dunia profesional.

Penulis: Tahnia Raya Rabbani

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*