Yogyakarta – Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) melalui Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV) menerima kunjungan delegasi dari Jiangsu Agri-animal Husbandry Vocational College (JSAHVC), Tiongkok, pada Rabu (10/6) dalam rangka menjajaki peluang kerja sama di bidang pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia. Pertemuan ini menjadi wadah diskusi untuk memperkuat kolaborasi internasional sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen kedua institusi dalam berbagai program akademik.

Audiensi dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Alumni SV UGM, Dr. Endang Soelistiyowati, S.Pd., M.Pd., bersama perwakilan Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), khususnya bidang Teknologi Veteriner. Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak saling memperkenalkan profil institusi serta mendiskusikan berbagai potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan di masa mendatang.
Delegasi JSAHVC yang hadir dalam kunjungan tersebut dipimpin oleh Vice President JSAHVC, Mr. Jundong Liu, didampingi Director Mr. Chunbao Zhou, Director School of Modern Animal Husbandry dan School of Biomedical and Pharmaceutical Sciences Mr. Haifeng Yang, Director Mr. Quan Wang, Director School of Modern Fisheries dan School of Veterinary Medicine and Public Health Ms. Yongjuan Wang, Deputy Director Office of International Cooperation and Exchange Mr. Taotao Tian, serta Director Training Department PT Haida Indonesia, Mr. Edy Wahyudi.
Dalam pemaparannya, delegasi JSAHVC menjelaskan bahwa institusinya merupakan perguruan tinggi vokasi di Tiongkok yang memiliki berbagai bidang keunggulan, antara lain peternakan, kesehatan hewan, perikanan, teknologi pangan, teknik pertanian, e-commerce, dan informatika. JSAHVC juga menyampaikan ketertarikannya untuk membangun kerja sama dengan SV UGM melalui berbagai skema, seperti pertukaran mahasiswa dan dosen, pengembangan riset bersama, publikasi ilmiah, hingga program magang internasional.
Pihak JSAHVC menilai pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi praktis dan siap terjun ke dunia kerja. Kesamaan orientasi dalam penguatan pendidikan berbasis praktik menjadi salah satu dasar yang mendorong penjajakan kerja sama dengan SV UGM.

Sementara itu, SV UGM memperkenalkan berbagai program internasional yang telah dijalankan, termasuk short course, international internship, international competition, hingga immersion program yang melibatkan mahasiswa dari berbagai negara. SV UGM juga memaparkan sejumlah inovasi dan produk hasil pengembangan akademik yang menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran dan penelitian di lingkungan kampus.
Endang menyampaikan bahwa kerja sama internasional menjadi salah satu upaya penting untuk memperluas pengalaman akademik mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring institusi di tingkat global.
“Kami melihat banyak peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan, mulai dari pertukaran mahasiswa dan dosen, riset bersama, publikasi internasional, hingga pengembangan program akademik. Harapannya, kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi dan memperkuat kualitas pendidikan serta penelitian,” ujarnya.
Selain mobilitas mahasiswa dan dosen, diskusi juga mencakup peluang pengembangan program akademik bersama, kolaborasi penelitian, serta pemanfaatan fasilitas pendukung pembelajaran dan praktik yang dimiliki masing-masing institusi. Kedua belah pihak sepakat bahwa kolaborasi yang berkelanjutan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan vokasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri dan masyarakat.
Melalui pertemuan ini, DTHV SV UGM dan JSAHVC membuka peluang untuk menindaklanjuti berbagai inisiatif kerja sama yang telah dibahas. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antar institusi pendidikan vokasi sekaligus mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa dan dosen melalui pengalaman akademik serta profesional di tingkat internasional.