SV UGM dan Timor-Leste Perkuat Kolaborasi Restorasi Hutan melalui Program Experiential Learning

Yogyakarta, 22 Juni 2026 — Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada melalui Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV) menyelenggarakan Experiential Learning on Forest Restoration 2026 bersama delegasi Direktorat Jenderal Kehutanan Timor-Leste. Kegiatan ini bertujuan Kegiatan ini dibuka di Teaching Industry Learning Center (TILC) SV UGM dilanjutkan kegiatan lapangan di hutan pendidikan Wanagama dan sekitarnya.

Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada melalui Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV) menyelenggarakan Experiential Learning on Forest Restoration 2026 bersama delegasi Direktorat Jenderal Kehutanan Timor-Leste
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada melalui Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV) menyelenggarakan Experiential Learning on Forest Restoration 2026 bersama delegasi Direktorat Jenderal Kehutanan Timor-Leste

Program ini diikuti oleh perwakilan Kementerian Pertanian, Perikanan, Peternakan, dan Kehutanan Timor-Leste, termasuk tim proyek AFoCO/026 yang berfokus pada restorasi hutan serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor kehutanan. Hadir pula Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng., jajaran pimpinan DTHV, dosen Program Studi Pengelolaan Hutan, serta para peserta dari Timor-Leste.

Dalam sambutannya, Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng., menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada evaluasi, tetapi juga menghasilkan solusi yang dapat diterapkan secara nyata dalam pengelolaan hutan.

“Paparan yang disampaikan tidak hanya berupa evaluasi, tetapi juga solusi. Setelah dievaluasi, harus ada solusi yang dapat ditawarkan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan SV UGM, Dr. Endang Soelistiyowati, M.Pd., menegaskan bahwa kerja sama Indonesia–Timor-Leste memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kesamaan visi dalam menjaga keberlanjutan hutan menjadi fondasi penting bagi penguatan kolaborasi jangka panjang.

“Kita mempunyai satu semangat yang sama, yaitu membuat hutan kita lebih sehat, lebih baik, dan membawa kebaikan bagi bangsa dan negara kita semuanya,” ujar Dr. Endang Soelistiyowati, M.Pd.

Menanggapi hal tersebut, delegasi Timor-Leste yang diwakili oleh Eduardo F. M. de Carvalho (Project Manager of AFoCO/026) menyampaikan apresiasi atas kesempatan kolaborasi ini serta menegaskan pentingnya kerja sama lintas negara dalam pengelolaan hutan berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi kesempatan untuk dapat belajar langsung dari praktik pengelolaan hutan di Indonesia, khususnya yang dikembangkan oleh SV UGM. Kegiatan ini sangat penting bagi kami dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta memperkaya pendekatan restorasi hutan yang berkelanjutan di Timor-Leste,” ujar Eduardo F. M. de Carvalho.

Lebih lanjut, Dr. Endang Soelistiyowati, M.Pd., menjelaskan bahwa Program Studi Pengelolaan Hutan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada telah menjalin berbagai kerja sama nasional maupun internasional dalam mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan. Program Experiential Learning ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring sekaligus memperkuat pertukaran praktik baik antarnegara.

Selain menjadi forum diskusi mengenai restorasi hutan, kegiatan ini juga memperkenalkan model pendidikan vokasi yang diterapkan di Universitas Gadjah Mada. Peserta mendapatkan gambaran mengenai pendekatan pembelajaran terapan yang mengintegrasikan teori dan praktik untuk menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai tantangan di masyarakat dan dunia kerja.

Rangkaian kegiatan hari pertama meliputi pemaparan materi mengenai perdagangan karbon di sektor kehutanan, diskusi mengenai pengelolaan hutan di Indonesia dan Timor-Leste, serta campus tour. Melalui berbagai sesi tersebut, peserta memperoleh pengalaman pembelajaran langsung terkait implementasi pengelolaan hutan dan upaya restorasi berbasis praktik lapangan.

Melalui penyelenggaraan Experiential Learning on Forest Restoration 2026, SV UGM berharap dapat memperkuat kerja sama internasional di bidang kehutanan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mendorong lahirnya inovasi dan solusi bersama untuk mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan di tingkat regional.
Penulis: Tahnia Raya Rabbani

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*