Yogyakarta, 29 Juli 2026 – Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) terus memperkuat komitmennya dalam mempersiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat internasional melalui Launching Program Pelatihan Bahasa Internasional yang diselenggarakan di Teaching Industry Learning Center (TILC) SV UGM, Rabu (29/7). Program ini mencakup pelatihan Bahasa Mandarin, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jepang yang dirancang sesuai kebutuhan akademik serta dunia profesional.

Peluncuran program ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa melalui penguasaan bahasa asing sebagai bekal menghadapi dunia kerja, pendidikan, dan kolaborasi global. Selain memperkenalkan berbagai program pelatihan bahasa, kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi peluang studi lanjut dan karier internasional melalui 2027 Spring Intense Program yang bekerja sama dengan INTACT Base.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi UGM, Dr. Ir. Wiryanta, S.T., M.T., menegaskan bahwa pengembangan soft skill merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan vokasi. Menurutnya, selain memiliki kompetensi teknis sesuai bidang keahlian, mahasiswa juga perlu membangun kemampuan komunikasi yang baik agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri yang semakin dinamis. Salah satu kompetensi yang kini semakin penting adalah penguasaan bahasa asing, mengingat dunia kerja saat ini menuntut kolaborasi lintas negara dan lintas budaya. Oleh karena itu, Sekolah Vokasi UGM terus menghadirkan berbagai program pelatihan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa.
Manager Unit Kerja Sama, Pelatihan, dan Pengembangan Karier Sekolah Vokasi UGM, Dr. Eng. Agustinus Winarno, S.T., M.Eng., juga menekankan bahwa bahasa merupakan sarana untuk menghubungkan manusia dengan berbagai kesempatan di seluruh dunia. Ia mengibaratkan bahasa sebagai sebuah kendaraan yang mampu membawa seseorang menuju pengalaman, jejaring, serta peluang akademik maupun profesional yang lebih luas. Menurutnya, semakin baik kemampuan berbahasa yang dimiliki seseorang, semakin besar pula kesempatan untuk berkontribusi dalam lingkungan global yang semakin terhubung.
Pada kesempatan tersebut, Direktur INTACT Base Bangka Belitung, Supriantono, B.E., M.B.A., memperkenalkan 2027 Spring Intense Program, sebuah program pelatihan Bahasa Mandarin intensif yang dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa melanjutkan studi maupun memasuki dunia kerja profesional di Taiwan. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan bahasa, tetapi juga menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk mengakses berbagai peluang internasional melalui kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor industri di Taiwan. Hingga saat ini, sebanyak 46 mahasiswa Universitas Gadjah Mada telah mengikuti dan menyelesaikan program tersebut.
Supriantono menjelaskan bahwa program ini dikembangkan untuk mendukung kebutuhan sumber daya manusia pada berbagai sektor strategis, seperti science, technology, engineering, and mathematics (STEM), industri semikonduktor, serta sektor keuangan (finance) yang terus berkembang di Taiwan. Melalui skema kerja sama yang melibatkan Pemerintah Taiwan, perusahaan mitra, dan perguruan tinggi, peserta juga berkesempatan memperoleh dukungan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan sekaligus membuka akses menuju peluang karier di tingkat internasional. Dengan mengusung semangat One Step Solution for Your Education & Future, program ini diharapkan mampu menjadi pintu awal bagi mahasiswa yang ingin membangun masa depan melalui pendidikan dan pengalaman global.
Selain memperkenalkan program Bahasa Mandarin, Sekolah Vokasi UGM juga menghadirkan berbagai pelatihan bahasa lainnya yang dirancang sesuai kebutuhan dunia profesional. Perwakilan Program Studi Bahasa Inggris Komunikasi Bisnis, Dr. Rina Widiastuti, S.S., M.A., memperkenalkan pelatihan Bahasa Inggris yang berfokus pada komunikasi bisnis profesional serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) melalui teknik prompting. Integrasi kemampuan berbahasa dengan pemanfaatan teknologi diharapkan mampu membekali mahasiswa agar lebih adaptif terhadap perkembangan dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.
Sementara itu, tim Bahasa Jepang yang diwakili oleh Dr. Sa’idatun Nisfullayli, M.Hum., menjelaskan bahwa penguasaan Bahasa Jepang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan linguistik, tetapi juga pemahaman terhadap etika dan budaya komunikasi yang menjadi bagian penting dalam kehidupan akademik maupun profesional di Jepang. Oleh karena itu, pelatihan Bahasa Jepang di Sekolah Vokasi UGM dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa yang memiliki minat melanjutkan studi ataupun berkarier di Jepang dengan membekali mereka kemampuan komunikasi yang sesuai dengan konteks budaya setempat.
Menutup rangkaian kegiatan, Dekan Sekolah Vokasi UGM, Prof. Dr. Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa kemampuan berbahasa telah menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki lulusan vokasi untuk menghadapi persaingan global. Menurutnya, berbagai program pelatihan yang dihadirkan Sekolah Vokasi UGM merupakan bentuk komitmen institusi dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul dalam keterampilan terapan, tetapi juga mampu berkomunikasi dan berkolaborasi pada tingkat internasional.
“Kemampuan bahasa bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan telah menjadi kebutuhan. Melalui berbagai program pelatihan ini, kami ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi komunikasi, memperluas wawasan internasional, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan pendidikan global,” ujar Agus Maryono.
Melalui penyelenggaraan Program Pelatihan Bahasa Internasional ini, Sekolah Vokasi UGM berharap semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk meningkatkan kompetensi bahasa asing sebagai bekal menghadapi tantangan global. Dengan dukungan berbagai mitra, baik dari dunia industri maupun institusi internasional, program ini diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas terhadap studi lanjut, program beasiswa, pertukaran internasional, hingga peluang karier di berbagai negara. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Sekolah Vokasi UGM dalam menghasilkan lulusan yang adaptif, berdaya saing, dan siap berkontribusi di tingkat nasional maupun global.