Enam Bakal Calon Dekan Paparkan Gagasan Strategis untuk Masa Depan Sekolah Vokasi UGM

Yogyakarta, Sekolah Vokasi UGM — Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan Rapat Paripurna Senat Khusus sebagai bagian dari proses seleksi Bakal Calon Dekan SV UGM periode 2026–2031. Kegiatan ini menjadi tahapan awal bagi enam bakal calon untuk menyampaikan visi, gagasan, serta strategi pengembangan Sekolah Vokasi di hadapan Senat dan sivitas akademika.

Enam Bakal Calon Dekan Paparkan Gagasan Strategis untuk Masa Depan Sekolah Vokasi UGM
Enam Bakal Calon Dekan Paparkan Gagasan Strategis untuk Masa Depan Sekolah Vokasi UGM

Rapat diawali dengan pembukaan oleh jajaran Senat Sekolah Vokasi UGM dan penjelasan mengenai mekanisme seleksi oleh Komite Seleksi Dekan. Dalam tahapan tersebut, enam bakal calon diberikan kesempatan untuk memaparkan visi dan gagasan selama 15 menit, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab selama 15 menit. Pertanyaan diprioritaskan dari anggota Senat dan kemudian peserta yang hadir.

Enam bakal calon Dekan SV UGM yang mengikuti tahapan tersebut adalah Dr. Endang Sulistyowati, S.Pd., M.Pd.; Dr. Ir. Benedictus Tunjung Prayoga, S.T., M.T., IPM.; Dr. Ir. Wiryanta, S.T., M.T.; Ir. Nur Rohman Rosyid, S.T., M.T., D.Eng., IPM.; Dr.sc.tech. Ir. Adhy Kurniawan, S.T., IPU.; serta Dr. Nuryuda Irdana, S.P., M.M., C.H.E.

Dalam pemaparannya, para bakal calon menawarkan beragam gagasan untuk menjawab tantangan dan memperkuat posisi SV UGM sebagai pendidikan tinggi vokasi yang unggul dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Sejumlah isu strategis menjadi benang merah dalam berbagai gagasan yang disampaikan, mulai dari penguatan tata kelola, pengembangan akademik dan sumber daya manusia, hingga peningkatan kapasitas riset terapan dan pengabdian kepada masyarakat.

Penguatan tata kelola menjadi salah satu perhatian utama, termasuk peningkatan koordinasi lintas departemen, optimalisasi layanan, digitalisasi proses bisnis, serta pengembangan sistem manajemen yang lebih terintegrasi. Gagasan tersebut diarahkan untuk menciptakan tata kelola yang efektif sekaligus memperkuat budaya kerja dan kolaborasi di lingkungan Sekolah Vokasi.

Di bidang akademik dan penelitian, para bakal calon menekankan pentingnya pengembangan pendidikan terapan yang adaptif, pembelajaran berbasis proyek, serta kolaborasi lintas disiplin. Riset juga diarahkan tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi mampu melahirkan inovasi dan produk terapan yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat hubungan Sekolah Vokasi dengan mitra.

Penguatan kemitraan dengan pemerintah, industri, dan berbagai pemangku kepentingan turut menjadi bagian dari gagasan yang disampaikan. Kolaborasi tersebut dipandang penting untuk memperluas ruang pembelajaran dan penelitian terapan, membuka peluang pendanaan kreatif, sekaligus meningkatkan relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.

Aspek internasionalisasi menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing SV UGM. Pengembangan jejaring dengan mitra luar negeri, peningkatan mobilitas dan pengalaman internasional, serta penguatan kolaborasi riset menjadi beberapa gagasan yang muncul dalam pemaparan para bakal calon. Upaya tersebut juga diarahkan untuk memperkuat posisi Sekolah Vokasi dalam jejaring pendidikan tinggi terapan di tingkat global.

Selain itu, kebutuhan pengembangan infrastruktur dan fasilitas pendukung turut menjadi perhatian dalam sesi diskusi. Ketersediaan laboratorium, fasilitas pembelajaran, optimalisasi ruang, serta dukungan terhadap kesejahteraan dan pengembangan kompetensi dosen menjadi bagian dari tantangan yang dibahas dalam sesi tanya jawab.

Transformasi digital juga menjadi isu penting dalam pembahasan arah masa depan SV UGM. Penguatan tata kelola data, pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial, serta digitalisasi proses kerja dipandang sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi layanan dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Berbagai gagasan tersebut menunjukkan bahwa proses seleksi Bakal Calon Dekan tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan visi kepemimpinan, tetapi juga menjadi forum untuk membahas tantangan dan peluang pengembangan Sekolah Vokasi secara lebih luas. Perbedaan pendekatan yang ditawarkan para bakal calon memberikan perspektif yang beragam mengenai arah SV UGM dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi, perkembangan teknologi, kebutuhan industri, serta tuntutan daya saing global.

Setelah seluruh bakal calon menyampaikan visi dan mengikuti sesi tanya jawab, proses seleksi dilanjutkan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan oleh Senat Sekolah Vokasi UGM. Tahapan berikutnya akan menentukan tiga bakal calon yang memperoleh hasil terbaik untuk melanjutkan proses seleksi pada tahap selanjutnya.

Melalui rangkaian seleksi ini, SV UGM terus berupaya memastikan proses pemilihan Dekan periode 2026–2031 berlangsung secara transparan, objektif, dan berintegritas. Proses tersebut diharapkan menghasilkan kepemimpinan yang mampu memperkuat tata kelola, mengembangkan pendidikan dan riset terapan, memperluas kemitraan, serta membawa Sekolah Vokasi UGM semakin unggul dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

Penulis: Tahnia Raya Rabbani

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*