Shenzhen, Tiongkok — Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Center of Excellence (CoE) Medical Devices and Fabrication Laboratory & Plant (Fablab Jogja) berpartisipasi dalam Maker Faire Shenzhen 2025 yang diselenggarakan pada 15–18 November 2025 di Vanke Cloud Design Commune, Nanshan, Shenzhen. Partisipasi ini memperkuat peran UGM dalam ekosistem inovasi global berbasis fabrikasi digital, teknologi terapan, dan pemberdayaan masyarakat, serta menjadi kelanjutan dari capaian strategis UGM dalam jejaring inovasi internasional.

UGM diwakili oleh Dr. Eng. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, S.T., M.Eng. dan Ahmat Hari Setiyawan, A.Md.Keikutsertaan ini didukung oleh Direktorat Pengembangan Usaha (Dir PU) UGM melalui pendanaan institusional bagi Dr. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, serta oleh creative funding Fablab Jogja yang mendukung partisipasi Ahmat Hari Setiyawan sebagai perwakilan teknis dan pengelola Fab Lab. Skema dukungan ini mencerminkan sinergi antara kebijakan pengembangan usaha universitas dan inovasi berbasis komunitas.
Dalam Maker Faire Shenzhen 2025, Fablab Jogja berperan sebagai pembicara dan fasilitator, sekaligus sebagai bagian dari Fablab Asian Network (FAN), sebuah jejaring regional Fab Lab yang secara aktif mendorong pertukaran pengetahuan, kolaborasi lintas negara, dan penguatan ekosistem inovasi di kawasan Asia. Pada forum ini, Fablab Jogja menyelenggarakan talks, workshop, dan lab updates dengan mengangkat Fab Camp Challenge, sebuah program adaptasi dari Fab City Challenge yang dirancang secara kontekstual untuk pemberdayaan komunitas berbasis teknologi di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Paparan yang disampaikan menyoroti implementasi Fab Camp Challenge 2023 dan 2024, yang mengintegrasikan pendekatan problem-based learning, desain rekayasa, dan digital fabrication untuk menghasilkan solusi teknologi terapan. Program ini telah menghasilkan berbagai prototipe dan inisiatif berbasis komunitas di bidang pengelolaan limbah, pertanian berkelanjutan, energi terbarukan skala lokal, serta teknologi tepat guna yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dan konteks lokal.
Sebagai salah satu output strategis dari partisipasi dalam Maker Faire Shenzhen 2025, Fablab Jogja berhasil membangun komitmen kolaborasi internasional dengan sejumlah Fab Lab di Asia, antara lain Gerlab Fablab (Mongolia), Super Fablab Kerala (India), Skylab Kamakura (Jepang), Litchee Lab (Tiongkok), serta beberapa Fab Lab lain dalam jejaring FAN. Kolaborasi ini diarahkan pada pengembangan program bersama, pertukaran pengetahuan, dan proyek lintas negara berbasis teknologi terbuka dan inovasi sosial.
Menindaklanjuti komitmen tersebut, pada tahun 2026 Fablab Jogja bersama mitra internasionalnya merencanakan penyelenggaraan sejumlah program riset, pembelajaran praktis, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis digital manufacturing, Internet of Things (IoT), dan machine learning. Program-program ini akan difokuskan pada applied technology untuk isu-isu strategis seperti energi terbarukan, pengelolaan limbah dan ekonomi sirkular, pertanian cerdas, serta teknologi komunitas berkelanjutan, sejalan dengan profil dan rekam jejak Fablab Jogja sebagai pusat inovasi terapan berbasis masyarakat.
Partisipasi Sekolah Vokasi UGM dalam Maker Faire Shenzhen 2025 beserta tindak lanjutnya berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis praktik dan teknologi, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan ekosistem inovasi dan fabrikasi digital, SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui solusi berbasis komunitas, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi internasional yang berkelanjutan.