Diversifikasi Produk Perikanan sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Maguwoharjo pada Masa Pandemi Covid-19

Desa Maguwoharjo merupakan salah satu desa di Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Provinsi DIY dan merupakan desa di tengah kota yang terdapat banyak kelompok mina ikan yang cukup besar. Warga sekitar membuat kolam-kolam baik permanen maupun semi permanen pada lahan yang tersedia, dengan sistem sewa maupun milik pribadi. Hasil perikanan di desa Maguwoharjo selama ini dipasarkan dalam skala kecil hingga skala besar dalam bentuk ikan hidup maupun ikan segar yang dijual pada pemilik restoran, pedagang pasar maupun konsumsi rumahan. Masa Pandemi Covid 19 ini cukup berpengaruh terhadap pejualan ikan-ikan segar ini, yang menyebabkan penjulan menurun dengan harga yang murah tetapi di sisi lain persediaan ikan nila siap jual melimpah. Potensi perikanan di Desa Maguwoharjo cukup besar dan mumpuni sehingga dapat dikembangkan menjadi produk diversifikasi yang berbahan baku ikan. Kondisi ini yang mendorong tim pengabdian masyarakat Universitas Gadjah Mada melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan  pendampingan dan pelatihan diversifikasi produk perikanan terhadap masyarakat desa Maguwoharjo.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan di kelompok ibu-ibu rumah tangga di Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Provinsi DIY diketuai oleh Dr. Nurulia Hidayah, S. Pt., M. P. Menurut Ibu Watik selaku peserta pendampingan dan pelatihan menuturkan bahwa kondisi pandemi ini membawa dampak pada berbagai sektor termasuk sektor ekonomi, pariwisata, kesehatan, pendidikan, dan membuat pekerjaannya di sektor pariwisata cukup meredup. Dengan adanya pendampingan dan pelatihan diversifikasi produk perikanan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi ibu-ibu sehingga dapat membuat produk pangan yang layak konsumsi dan layak diperjualbelikan sebagai upaya peningkatan pendapatan pada masa pandemi Covid 19 ini.

Pendampingan dan pelatihan diversifikasi produk perikanan ini dimulai dengan pemberian materi mengenai pentingnya diversifikasi pangan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan mengenai beberapa produk hasil diversifikasi pangan hasil perikanan yang salah satunya adalah bakso, sosis dan nugget ikan. Tahap selanjutnya dilaksanakan pelatihan pembuatan bakso ikan, mulai dari proses filet ikan, penyiapan bahan-bahan pendukung, proses pengolahan hingga proses pemasakan dan dilanjutkan dengan proses pengemasan. Harapannya dengan adanya pendampingan dan pelatihan ini, masyarakat terutama ibu-ibu dapat memanfaatkan melimpahnya hasil perikanan dan dijadikan olahan bakso ikan yang dapat dikonsumsi dan diperjualbelikan sebagai upaya peningkatan pendapatan pada masa pandemi ini. (Nurul H)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*