Sambut Hari Sungai Nasional, River and Ecology Club SV UGM Gelar Aksi “Jogo Tirto” Perkuat Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Yogyakarta – Sungai merupakan urat nadi kehidupan yang menopang ketersediaan air baku, irigasi pertanian, hingga keseimbangan ekosistem perkotaan. Menyadari urgensi pelestarian kualitas sungai yang kian tertekan oleh alih fungsi lahan dan pencemaran, River and Ecology Club Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menginisiasi gerakan “Jogo Tirto” di Taman Perwira Prawirodirjan, Yogyakarta, pada Kamis (24/7).

Gerakan pelestarian lingkungan ini terwujud berkat kolaborasi erat antara mahasiswa SV UGM, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Pemerintah Kota Yogyakarta, serta berbagai komunitas peduli lingkungan
Gerakan pelestarian lingkungan ini terwujud berkat kolaborasi erat antara mahasiswa SV UGM, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Pemerintah Kota Yogyakarta, serta berbagai komunitas peduli lingkungan

Diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Sungai Nasional sekaligus menjadi pra-event menuju Kongres Gerakan Restorasi Sungai Indonesia (KGRSI) 2026, kegiatan ini mengusung dua agenda utama: aksi bersih-bersih sungai (reresik sungai) dan sarasehan lintas pemangku kepentingan. Gerakan pelestarian lingkungan ini terwujud berkat kolaborasi erat antara mahasiswa SV UGM, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Pemerintah Kota Yogyakarta, serta berbagai komunitas peduli lingkungan.

Rangkaian Jogo Tirto dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan aksi turun langsung membersihkan aliran sungai. Selepas reresik sungai, agenda dilanjutkan dengan sesi sarasehan interaktif yang mengusung tema “Optimalisasi Pelestarian Kualitas Air Sungai sebagai Strategi Penguatan Ketahanan Pangan Berkelanjutan”.

Pendekatan pentahelix sangat terasa dalam forum ini dengan hadirnya tokoh dari berbagai elemen. Bertindak sebagai narasumber antara lain Wali Kota Yogyakarta, Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K); Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWS Serayu Opak, Rr. Vicky Ariyanti, S.T., M.Sc., Ph.D.; serta Dekan SV UGM sekaligus pakar restorasi sungai, Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng. Sesi diskusi ini dipandu langsung oleh dosen Departemen Teknik Sipil SV UGM, Muhammad Sulaiman, S.T., M.T., D.Eng., sebagai moderator.

Dalam sarasehan tersebut, ditekankan bahwa air sungai yang terjaga kualitasnya adalah prasyarat mutlak bagi irigasi pertanian, budi daya perikanan tawar, hingga pemenuhan air baku masyarakat. Hal ini menegaskan keterkaitan erat antara kelestarian sungai dengan ketahanan sektor pangan nasional.

Lebih dari sekadar seremoni peringatan hari lingkungan, hasil diskusi Jogo Tirto dirancang secara strategis untuk menjadi landasan rekomendasi pada forum KGRSI 2026. Aspirasi yang dihimpun dari tingkat tapak—mulai dari pengalaman warga yang bersentuhan langsung dengan sungai hingga tinjauan akademis dan kebijakan pemerintah—akan dirangkum menjadi rekomendasi kebijakan restorasi sungai berskala nasional.

Keterlibatan aktif mahasiswa melalui River and Ecology Club SV UGM dalam menginisiasi Jogo Tirto menjadi bukti nyata bahwa generasi muda mampu menjadi motor penggerak kolaborasi lintas sektor. Inisiatif ini tidak hanya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pilar ke-2 (Tanpa Kelaparan), ke-6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), ke-11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), dan ke-15 (Ekosistem Daratan), tetapi juga merefleksikan suksesnya implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Melalui Jogo Tirto, SV UGM berharap upaya menjaga kelestarian tirto (air) dapat menjadi gerakan masif yang berkelanjutan. Tujuannya adalah mengembalikan fungsi sungai agar kembali bersih, sehat, dan mampu menopang ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat di masa depan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*