Didukung CoE Smart & Green Building, Mahasiswa SV UGM Lakukan Dokumentasi Digital Gua Jepang Sentonorejo

Pada tanggal 12 Desember 2025, sebanyak empat orang mahasiswa Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, yaitu Pawana Abdurrahman, Rasyid Widayanta, Marcelinus Palma Surya Valendra, dan Fakhri Fairuz Azmi melaksanakan kegiatan akuisisi data di Cagar Budaya Gua Jepang Sentonorejo dengan menggunakan Global Navigation Satellite System (GNSS) Trimble R8s dan Terrestrial Laser Scanner (TLS) Leica RTC360. Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Center of Excellence (CoE) atau Pusat Unggulan Smart & Green Building Information Sekolah Vokasi UGM dalam pengembangan riset terapan, pendidikan vokasi, serta pelestarian cagar budaya berbasis teknologi digital. Seluruh peralatan yang digunakan disediakan oleh CoE Smart & Green Building Information.

Penggunaan Terrestrial Laser Scanner (TLS)
Penggunaan Terrestrial Laser Scanner (TLS) untuk pemindaian interior Gua Jepang Sentonorejo oleh Pawana Abdurrahman (DTK 22), Marcelinus Palma Surya Valendra (DTK 22), dan Fakhri Fairuz Azmi (DTK 22)

Gua Jepang Sentonorejo berlokasi di Dusun Blambangan, Kelurahan Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Situs ini merupakan peninggalan sejarah yang dibangun pada masa pendudukan Jepang di Indonesia dan pada masa tersebut difungsikan sebagai tempat penyimpanan amunisi dan kini menjadi bagian dari warisan sejarah yang perlu dilestarikan.

Dokumentasi kegiatan di Gua Jepang Sentonorejo, Rasyid Widayanta (DTK 22), Marcelinus Palma Surya Valendra (DTK 22), dan Fakhri Fairuz Azmi (DTK 22)
Dokumentasi kegiatan di Gua Jepang Sentonorejo, Rasyid Widayanta (DTK 22), Marcelinus Palma Surya Valendra (DTK 22), dan Fakhri Fairuz Azmi (DTK 22)

Maksud dari kegiatan akuisisi data Cagar Budaya Gua Jepang Sentonorejo ini adalah untuk mendokumentasikan dan melestarikan warisan budaya secara digital melalui pemanfaatan teknologi pemindaian laser dan pemodelan tiga dimensi. Pendekatan ini memungkinkan bentuk dan struktur gua direkam secara detail dan akurat dalam format digital, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konservasi, edukasi, serta penelitian. . Selain itu, model digital juga berfungsi sebagai arsip jangka panjang yang sangat penting dalam menghadapi potensi kerusakan fisik situs akibat faktor alam maupun manusia.

Dalam pelaksanaannya, GNSS Trimble R8s digunakan untuk memperoleh koordinat titik kontrol di area Gua Jepang Sentonorejo yang selanjutnya dimanfaatkan untuk menyesuaikan data tiga dimensi agar berada pada sistem koordinat global. Sementara itu, TLS Leica RTC360 digunakan untuk merekam morfologi gua, yang menghasilkan data point cloud. Point clouds diproses melalui tahapan registrasi, filtering, dan georeferencing sehingga dapat digunakan sebagai dasar pemodelan 3D Gua Jepang Sentonorejo.

Melalui kegiatan ini, CoE Smart & Green Building Information memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan riset dan teknologi konstruksi, terutama dalam pemanfaatan teknologi GNSS dan pemindaian laser untuk dokumentasi dan pemodelan bangunan serta situs bersejarah. Upaya tersebut sejalan dengan visi pusat unggulan untuk menjadi pelopor dalam pengembangan teknologi konstruksi yang cerdas, hijau, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi antara riset, pendidikan, dan kebutuhan dunia industri.

Penulis: Dyah Ajeng Wijayanti

Editor: Humas SV UGM

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*